Lama Menanti, Jembatan Campago Segera Dibangun

Jum'at, 04/12/2015 05:53 WIB
 Kondisi Jembatan Campago, 19 Juni 2012, patah dua usai dilewati bolduser

Kondisi Jembatan Campago, 19 Juni 2012, patah dua usai dilewati bolduser

Kampung Dalam, sumbarsatu.com—Pembangunan Jembatan Campago, Kecamatan V Koto Kampung Dalam, dipastikan segera terlaksana pada tahun ini. Sebab, dananya telah tertampung dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2016 yang telah disahkan oleh Bupati bersama DPRD Kabupaten Padang Pariaman , Senin lalu.

“Jembatan sepanjang 70 meter itu telah dianggarkan sebesar Rp12,5 miliar. Insya Allah pembangunannya tuntas tahun 2016 ini,” kata Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Budi Mulya ST MT, Kamis (3/12/2015)

Budi yang  didampingi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Hendra Aswara lebih jauh menjelaskan, pembangunan jembatan campago merupakan penantian panjang masyarakat Kampung Dalam dan perantau. Sebelumnya telah diajukan proposal pembangunan jembatan tersebut ke pemerintah pusat dan DPR RI untuk dianggarkan pada APBN.

Semula telah dapat gambaran akan dianggarkan sebesar Rp100 miliar untuk rekonstruksi infrastruktur pasca gempa 2009 pada Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Antara lain untuk jembatan campago dan jembatan buluh kasok. Namun anggaran tersebut tidak cair seiring banyaknya bencana alam yang terjadi dalam empat tahun terakhir. Menurut informasi, dana tersebut dialihkan untuk bantuan bencana gempa, banjir dan gunung meletus yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia

“Sementara untuk Jembatan Buluh Kasok, Kecamatan VII Koto, Pemerintah dan DPRD sepakat untuk diprioritaskan pada anggaran pahun 2017” kata Mantan Kabid Cipta Karya itu.

Selain itu juga telah dianggarkan peningkatan pengalihan jalan BP2IP Tiram sepanjang 2,5 kilometer sebesar Rp2,7 miliar. Jalan tersebut untuk mempermudah akses masyarakat dari Pariaman menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dan Kota Padang.

Pemerintah Daerah juga berkomitmen melanjutkan pembangunan Jalan Palak Tabu - Padang Alai sebagai jalan alternatif dari Sungai Geringging menuju Kota Bukittinggi. Sejak dua tahun terakhir telah diaspal hotmix sepanjang 8 kilometer dan pada tahun 2016 ditambah empat kilometer lagi dengan dana empat miliar rupiah.

 “Jadi masyarakat Sungai Geringging tidak perlu lewat kelok 44 jika mau ke Bukittinggi. Diharapkan ekonomi masyarakat juga meningkat karena kendaraan akan semakin ramai yang melewati jalan tersebut,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas PU itu.

Jalan Sungai Geringging - Palak Tabu - Padang Alai - Tandikek sepanjang 16 kilometer tersebut merupakan jalan kabupaten yang melewati Nagari Sikucur Kecamatan V Koto Kampung Dalam dan Nagari Kuranji Hulu Kecamatan Sungai Geringging.Jalan itu juga merupakan poros  alternatif dari Bukittinggi dan Kota Padang melalui jalur Sicincin - Malalak.

"Kita apresiasi Pimpinan dan Anggota DPRD untuk memperjuangkan anggaran pengaspalan jalan tersebut," katanya mengakhiri.

Dihubungi terpisah, Bupati Padang Pariaman Rosnini Savitri mengatakan, dengan adanya jalan tersebut akan membuka akses daerah perbatasan dengan Kabupaten Agam sehingga akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang menjanjikan ke depannya.

"Pembangunan jalan ini sebagai bentuk perhatian pemerintah dalam pemerataan pembangunan wilayah utara berbatasan dengan Kabupaten Agam," kata Rosnini. (ZAK)



BACA JUGA