Dampak Asap yang Kian Menebal, Bandara Pusako Anak Nagari Pasbar Juga Ditutup

Senin, 26/10/2015 16:45 WIB

Simpang Ampek,  sumbarsatu.com—Dilaporkan dari Bandara Pusako Anak Nagari, Pasaman Barat, akibat asap yang kian pekat di BIM Padang, untuk sementara ditutup. Tak ada penerbangan satu pun hari ini, Senin (26/10/2015) dari BIM ke Pusako Anak Nagari, Penerbangan dihentikan akibat kabut asap yang semakin pekat sehingga mengganggu jarak pandang.

"Benar, jadwal penerbangan di Bandara Pusako Anak Nagari (PAN) dari Pasaman Barat menuju Padang sudah dihentikan lima kali penerbangan," kata Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Pasaman Barat, Bobby F Riza didampingi Kepala Bandara PAN, Eva Wardi Putra di Simpang Ampek, Senin (26/10/2015).

Menurutnya, penghentian penerbangan tersebut dilakukan terkait kabut asap yang semakin pekat. Sebab, penerbangan di Bandara PAN masih secara visual tergantung dari jarak pandang pilot.

"Jarak pandang pilot sudah terganggu sehingga diputuskan penghentian penerbangan untuk sementara. Saat ini jarak pandang sudah sekitar 500 meter,"ujarnya.

Baca: Penumpang Menumpuk, Bandara Internasional Minangkabau Lumpuh Sebelah

Ia menyebutkan untuk tahap awal penghentian penerbangan akan dilakukan sebanyak enam kali penerbangan.

"Saat ini sudah dihentikan sebanyak lima kali penerbangan dan satu kali lagi penerbangan Selasa (27/10) besok,"tambah Eva.

Menurut Eva, jika kabut asap masih pekat dan mengganggu jarak pandang maka penghentian penerbangan akan diperpanjang.

Untuk jadwal penerbangan di Bandara PAN setiap minggunya sebanyak tiga kali penerbangan yakni setiap hari Selasa, Kamis dan Minggu dari Pasaman Barat menuju Kota Padang.

Ia menjelaskan sesuai Peraturan Mentri Nomor 73 Tahun 2015 tentang tarif angkutan udara perintis maka harga tiket terbaru Pasaman Barat-Padang naik dari Rp197.000 menjadi Rp392.000.

"Mudah-mudahan kabut asap cepat mereda sehingga jadwal penerbangan kembali bisa dilakukan. Kepada masyarakat diharapkan untuk dapat bersabar," tukuk Eva.

Diberitakan sebelumnya, aktivitas penerbangan di Bandar Udara Internasional Minangkabau (BIM) Padang hari ini, Senin (26/10/2015) lumpuh sebelah karena pekatnya kabut asap yang menyelimuti daerah ini.

“Jarak pandang hanya 700 meter ini di luar persyaratan. Untuk sementara belum ada pesawat yang diizinkan mendarat hingga kondisi membaik. Tapi untuk keberangkatan masih bisa dilakukan. Kita belum bisa pastikan sampai kapan,” kata Manajer Operasional PT Angkasa Pura II Bandara Internasional Minangkabau Alzok Pendra di Padang, Senin (26/10/2015).

Menurut dia, sejak pagi ada tiga penerbangan yang tidak dapat mendarat, yaitu Lion Air, Sriwijaya Air dan Air Asia sehingga ada yang dialihkan ke Medan serta ada yang kembali ke Jakarta.

Ia mengatakan jarak pandang minimal untuk pendaratan pesawat minimal 900 meter dan pihaknya akan terus memantau saat kondisi sudah memadai dan pesawat kembali diizinkan mendarat. (NIR) 

Lebaran

BACA JUGA