Pasangan Calon Bupati Syahiran-Yulianto Kunjungi Daerah Terisolir di Pasaman Barat

Senin, 26/10/2015 09:55 WIB
Pasangan calon bupati Pasbar kunjungi daerah terisolir

Pasangan calon bupati Pasbar kunjungi daerah terisolir

Simpang Ampek, sumbarsatu.com—Untuk melihat lebih dekat kehidupan masyarakat Jorong Sikilang, Nagari Sungai Aur, Pasaman Barat, pasangan calon bupati Syahiran-Yulianto nomor urut 3  kunjungi masyarakat setempat, Jumat (23/10) lalu.

"Kita kesini membangun silaturahmi dengan masyarakat Sikilang, sekaligus melaksanakan salat Jumat bersama masyarakat setempat" kata Syahiran kepada sumbarsatu.com, Senin (26/10/2015).

Kedatangan Syahiran, ke Jorong kawasan pesisir itu tidak membawa janji-janji muluk-muluk tetapi jika dipercaya rakyat menjadi bupati periode 2015-2020 akan memberikan yang terbaik terhadap Pasaman Barat terutama daerah kawasan pesisir pantai yang perlu sentuhan pembangunan.

"Kita tak mau berjanji-janji, cuma apa yang mau kita bangun mari kita persamakan, karena bupati tak bisa bekerja sendiri, nanti kalau saya berjanji jika tak ditepati berdosa," imbuh Syahiran dihadapan warga.

Jalan menuju Jorong Sikilang memang terisolasi, hanya bisa  dilewati dengan mobil double gardan dan kondisi jalan tanah berlumpur. Atau bisa juga dengan sepeda motor, dengan waktu tempuh sekitar  tiga jam dari jalan lintas Sungai Aur Ujung Gading.

Jika jalan alternatif lewat perkebunan sawit PT Agrowiratama lebih dekat, tetapi hanya bisa melewati naik ponton (sampan) tradisional menyeberangi sungai.

Mayoritas kehidupan masyarakat Sikilang adalah nelayan dan sebagian perkebunan. Kawasan pesisir itu memang butuh sentuhan pembangunan infrastruktur terutama jalan dan jembatan, sarana alat tangkap nelayan,  begitu juga sarana pendidikan dan kesehatan.

"Kami juga berharap kalau pak Syahiran terpilih jadi bupati, tolong angkat guru yang sudah lama honor dan membenahi pendidikan," kata Edi salah seorang warga.

Wartawan sumbarsatu.com yang mengikuti rombongan kunjungan tim Syahiran- Yulianto, menyaksikan betapa butuhnya masyarakat terhadap perbaikan jalan dan jembatan, alat tangkap,  begitu juga sarana pendidikan dan kesehatan, serta tenaga medis. 

"Sudah semua daerah terisolalir yang saya kunjungi,  umumnya minta  jalan dan jembatan diperbaiki, dan kita sangat prihatin dengan jalan ke kampung mereka.  Karena jalan adalah urat nadi perekonomian masyarakat. Oleh karenanya  jika saya diamanahi jadi bupati nanti, maka skala prioritas adalah perbaikan jalan dan jembatan, sarana pendidikan dan kesehatan secara adil dan merata," tukuk Syahiran yang diamini Yulianto. 

Adil tambah Syahiran, bukan berarti sama banyak tiap jorong, tetapi sesuai dengan kebutuhan masing-masing jorong. (NIR)

Lebaran

BACA JUGA