Pengembangan Kawasan Wisata di Agam, Bandar Mutiara Oke, Tarusan Kamang Gagal

Senin, 14/09/2015 02:30 WIB
Pantai Bandar Mutiara. (MSM)

Pantai Bandar Mutiara. (MSM)

 

Kadisbudpar Hadi Suryadi; Bandar Mutiara sudah oke, Tarusan Kamang Terancam Gagal
 
Agam,sumbarsatu.com-Pegembangan objek wisata di Kabupaten Agam, direncanakan tahun ini dua objek,yaitu Bandar Mutiara,Kecamatan Tanjung Mutiara,  dan Tarusan Kamang, Kecamatan Kamang Magek. Namun yang sudah selesai permasalahannya, dan sudah ada penyerahan lahan dari penguasa ulayat adalah Bandar Mutiara, seperti diungkapkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) kabupaten Agam, Hadi Suryadi,ketika dihubungi via ponselnya Minggu (13/9) pagi.
Sedangkan permasalahan objek Tarusan Kamang belum tuntas. Masih menunggu pihak penguasa ulayat merumuskan kesepakatan. Bila tidak juga tuntas,dalam artisan belum ada penyerahan lahan kepada Pemkab Agam, maka dengan sangat terpaksa pengembangan objek tersebut tidak akan dilaksanakan tahun ini.
“Kami sudah minta bantuan Anggota DPRD asal Kamang Magek untuk memfasilitasi pihak penguasa ulayat, agar cepat menghasilkan Keputusan yang memungkinkan objek tersebut di kembangkan tahun ini,” ujarnya.
Untuk penembangan Objek Wisata Bandar Mutiara, semua persiapan sudah tuntas. Tinggal lagi melaksanakan pekerjaan pembangunannya. Untuk itu direncanakan akan menghabiskan biaya sekitar Rp9,5 miliar.
Di sana akan dibangun 10 item sarana pendukung, antara lain permainan anak, area parkir, taman, gazebo, sarana air bersih, jalan masuk dua jalur, pintu gerbang, dan sarana penunjang lainnya.
Objek itu juga akan dilengkapi dengan petugas penjaga pantai, yang akan memberikan pertolongkan kepada pelancong yang membutuhkan. Mereka akan direkrut dari anak nagari, yang akan diberdayakan juga sebagai penjaga keselamatan pelancong, petugas keamanan, dan petugas parkir.
Keunggulan Bandar Mutiara,menurut Hadi adalah pantainya yang landai, areanya indah,karena didukung pemandangan laut dan Pulau Tangah dan Pulau Ujung. Kegiatan nelayan menangkap ikan menggunakan “pukek tapi” juga sangat menarik bagi wisatawan.
Pantainya yang luas dinaungi rimbunnya cemara laut, dipercantik dengan kelapa gading, menambah kesahduan para pelancong dan keluarga berwisata di sana.
“Pelancong yang membawa keluarga, bisa makan bersama di atas hamparan tikar yang mereka bawa,di bawah kerindangan pepohonan,” ujarnya pula.
“Kami akan mewujudkan sebuah objek wisata pantai yang lengkap, dan menawan. Bahkan kami memprediksi, Objek Wisata Pantai Bandar Mutiara menjadi yang terasyik di Sumatera Barat,” ujarnya lagi. (MSM) 
teks foto: Pantai Bandar Mutiara. (msm)
PANTAI BANDAR MUTIARA.JPGDownload
Reply, Reply All or Forward | More

Agam, sumbarsatu.com—Pegembangan objek wisata di Kabupaten Agam, direncanakan tahun ini dua objek, yaitu Bandar Mutiara, Kecamatan Tanjung Mutiara, dan Tarusan Kamang, Kecamatan Kamang Magek. Namun yang sudah selesai permasalahannya dan sudah ada penyerahan lahan dari penguasa ulayat adalah Bandar Mutiara

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kkabupaten Agam, Hadi Suryadi, Minggu (13/9/2015).

Untuk Sedangkan permasalahan objek Tarusan Kamang belum tuntas. Masih menunggu pihak penguasa ulayat merumuskan kesepakatan. Bila tidak juga tuntas, dalam artian belum ada penyerahan lahan kepada Pemkab Agam, maka dengan sangat terpaksa pengembangan objek tersebut tidak akan dilaksanakan tahun ini.

“Kami sudah minta bantuan Anggota DPRD asal Kamang Magek untuk memfasilitasi pihak penguasa ulayat agar cepat menghasilkan keputusan yang memungkinkan objek tersebut dikembangkan tahun ini,” ujarnya.

Untuk penembangan Objek Wisata Bandar Mutiara, semua persiapan sudah tuntas. Tinggal lagi melaksanakan pekerjaan pembangunannya. Untuk itu direncanakan akan menghabiskan biaya sekitar Rp9,5 miliar.

Di sana akan dibangun 10 item sarana pendukung, antara lain permainan anak, area parkir, taman, gazebo, sarana air bersih, jalan masuk dua jalur, pintu gerbang, dan sarana penunjang lainnya.

Objek itu juga akan dilengkapi dengan petugas penjaga pantai, yang akan memberikan pertolongkan kepada pelancong yang membutuhkan.

“Mereka akan direkrut dari anak nagari, yang akan diberdayakan juga sebagai penjaga keselamatan pelancong, petugas keamanan, dan petugas parkir,” tambahnya.

Keunggulan Bandar Mutiara,menurut Hadi adalah pantainya yang landai, areanya indah, karena didukung pemandangan laut dan Pulau Tangah dan Pulau Ujung. Kegiatan nelayan menangkap ikan menggunakan “pukek tapi” juga sangat menarik bagi wisatawan.

Pantainya yang luas dinaungi rimbunnya cemara laut, dipercantik dengan kelapa gading, menambah kesahduan para pelancong dan keluarga berwisata di sana.

“Pelancong yang membawa keluarga, bisa makan bersama di atas hamparan tikar yang mereka bawa,di bawah kerindangan pepohonan,” ujarnya pula.

“Kami akan mewujudkan sebuah objek wisata pantai yang lengkap, dan menawan. Bahkan kami memprediksi, Objek Wisata Pantai Bandar Mutiara menjadi yang terasyik di Sumatera Barat,” ujarnya lagi. (MSM)

 



BACA JUGA