Agam, sumbarsatu.com-Jalan merupakan kebutuhan petani untuk mengangkut hasil panen mereka dari sawah. Bagi petani yang areal sawahnya belum memiliki jalan, yang lazim disebut jalan usaha tani, kesulitan itu sangat dirasakan, seperti disampaikan beberapa petani, Sabtu (5/3/2016), dalam obrolan pagi dengan sumbarsatu.com, di Lubuk Basung.
Menurut mereka, dengan adanya jalan usaha tani, biaya angkut hasil panen, apa itu padi, atau jagung, semakin mudah dan murah.
Menurut St. Kayo, petani di Nagari Lubuk Basung, sebelum ada jalan usaha tani, ia sering dibuat pusing pada saat akan mengangkut hasil panen dari sawah. Apalagi pada musim hujan, tingkat kepusungannya semakin tinggi. Tetapi dengan adanya jalan usaha tani, ia tidak perlu pusing-pusing lagi, karena hasil panen bisa diangkut menggunakan gerobak kerbau.
Kepala Dinas Pertanian Tananam Pangan Hortikultura dan Peternakan (Dipertahornak) Kabupaten Agam, melalui Sekretaris Dipertahornak Agam, Ir, Arief Restu, M.Si, mengatakan, pihaknya selalu berupaya setiap tahun membangun jalan usaha tani. Karena disadari, keberadaan jalan tersbeut sangat dibutuhkan petani.
“Tahun ini kita membangun 18 unit jalan usaha tani, yang tersebar pada beberapa kecamatan,” ujarnya.
Jalan yang dibangun memanfaatkan dana sekitar Rp150 juta/unit jalan itu, diharapkan bisa membantu memecahkan persoalan jalan yang dihadapi petani selama ini. Ia juga berharap agar jalan yang sudah dibangun, dirawat dengan baik, sehingga manfaatnya bisa dirasakan petani selamanya. (MSM)