Danau Maninjau: Potensi Besar, Investor Kurang
Agam, sumnbarsatu.com—Pengembangan sektor pariwisata di Danau Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Agam, Sumatera Barat, membutuhkan investor. Dengan potensi yang sangat luar biasa, pemodal tidak bakal rugi jika menamkan uangnnya di tanah Buya Hamka tersebut.
Agar menarik bagi investor, pemerintah harus memulai untuk menertibkan keramba jaring apung yang sudah melebihi ambang batas. Dengan kondisi danau yang bagus dipastikan banyak pemodal yang tertarik untuk datang menanamkan uang mereka.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Periwisata Kabupaten Agam, Junaidi, mengakui jika potensi pengembangan pariwisata Danau Maninjau masih menjanjikan. Pemerintah terus berupaya melakukan pengembangan dengan melakukan perbaikan melengkapi sejumlah sarana objek wisata.
Namun untuk melakukan pengembangan secara drastis tentu membutuhkan anggaran yang besar, dana itu tentunya hanya dimiliki oleh investor. Tetapi pemerintah tidak berhenti sampai di situ, pihaknya juga mengupayakan dana untuk membangun objek wisata yang berkelas melalui dana pusat.
“Pengembangan wisata Danau Maninjau membutuhkan dana yang tidak sedikit. Kita tetap berusaha melakukan beragam usaha untuk melengkapi objek wisata di kawasan Danau Maninjau. Kami sudah merencanakan membangun objek prepresentatif di kawasan Danau Maninjau, tepatnya di Linggai, Kenagarian Duo Koto,” kata Junaidi kepada sumbarsatu.com, Minggu (25/1/2015).
Menurutya untuk membangun objek wisata tersebut pihaknya sudah mengajukan dana ke pusat lebih kurang Rp11 miliar. Tetapi hingga saat ini belum mendapatkan jawaban. Meski demikian pemerintah akan terus mengupayakan cara lain, salah satunya berupaya mengundang pemilik modal.
“Tidak bisa dipungkiri jika salah satu kendala datangnya investor untuk mendorong pengembangan pariwisata Danau Maninjau akibat sektor perikanan lebih mendominasi wilayah itu. KJA sangat banyak, sehingga secara tidak langsung mengurangi keindahan danau, meski begitu pemerintah sedang berupaya untuk melakukan pengurangan terhadap KJA tersebut,” ungkapnya.
Secara keseluruhan ada tiga titik pengembangan objek wisata yang saat ini direncanakan bakal ditawarkan kepada investor, antara lain, objek wisata Linggai, pembangunan wisata pantai Bandar Mutiara Tiku, kemudian Kabel Card, dari Lawang ke Bayur Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya. (SSC-1)
