Foto 2 - Peningkatan Volume Pengiriman J&T Express Kuartal II 2026
Jakarta, sumbarsatu.com – J&T Express mencatat tonggak penting dalam bisnis logistik global dengan menembus rata-rata 100 juta pengiriman paket per hari sepanjang kuartal II 2026.
Selama periode April–Juni 2026, perusahaan membukukan total 9,177 miliar paket, meningkat 24,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/YoY).
Pencapaian tersebut menjadikan rata-rata volume pengiriman harian J&T Express mencapai 101 juta paket, sekaligus menjadi kali pertama perusahaan melampaui angka 100 juta paket per hari dalam satu kuartal.
Secara kumulatif, pada semester I 2026, total volume pengiriman J&T Express mencapai 17,503 miliar paket, tumbuh 25,1 persen dibandingkan semester I tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini didorong oleh kinerja kuat di berbagai pasar utama, terutama Asia Tenggara dan sejumlah negara internasional lainnya.
Di kawasan Asia Tenggara dan pasar internasional lainnya, volume pengiriman mencapai 2,966 miliar paket atau meningkat 66,9 persen secara tahunan. Kontribusinya terhadap total volume pengiriman perusahaan juga naik menjadi 32,3 persen, mencerminkan semakin kuatnya peran kawasan tersebut dalam jaringan logistik global J&T Express.
Khusus di Asia Tenggara, volume pengiriman mencapai 2,755 miliar paket pada kuartal II 2026, tumbuh 63,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan rata-rata 30,3 juta paket per hari.
Sepanjang semester I 2026, volume pengiriman di kawasan ini mencapai 5,523 miliar paket atau meningkat 71,2 persen.
Pertumbuhan tersebut didukung oleh penguatan infrastruktur logistik. Hingga akhir Juni 2026, J&T Express telah mengoperasikan 127 pusat sortir di Asia Tenggara atau bertambah enam unit dibandingkan akhir 2025.
Sementara jumlah jalur sortir otomatis meningkat menjadi 75 jalur, sehingga memperkuat kapasitas operasional untuk memenuhi tingginya permintaan layanan e-commerce.
Di Indonesia, J&T Express juga mencatat pertumbuhan yang sangat signifikan. Volume pengiriman pada kuartal II 2026 meningkat lebih dari 65 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Peningkatan tersebut didorong oleh terus berkembangnya aktivitas perdagangan elektronik (e-commerce). Tiga kategori pengiriman terbesar berasal dari produk fesyen, dokumen, dan kecantikan, dengan kategori fesyen menyumbang lebih dari 45 persen dari total volume pengiriman.
CEO J&T Express Indonesia, Robin Lo, mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan J&T Express.
"Pertumbuhan volume pengiriman di Indonesia pada kuartal II 2026 merupakan refleksi dari meningkatnya kepercayaan pelanggan serta semakin matangnya ekosistem e-commerce nasional. Sebagai salah satu pasar strategis J&T Express di Asia Tenggara, Indonesia memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan bisnis perseroan di tingkat regional," ujar Robin Lo, Selasa (28/7/2026).
Sementara itu, di Tiongkok, J&T Express membukukan volume pengiriman 6,211 miliar paket, meningkat 10,6 persen secara tahunan, dengan rata-rata 68,2 juta paket per hari. Perusahaan juga menambah delapan jalur sortir otomatis sehingga total mencapai 346 jalur untuk meningkatkan efisiensi operasional.
Pertumbuhan paling pesat juga terjadi di pasar internasional lainnya. Volume pengiriman mencapai 211 juta paket, melonjak 136,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan rata-rata 2,3 juta paket per hari.
Kinerja tersebut ditopang oleh meningkatnya aktivitas e-commerce di kawasan Amerika Latin dan Timur Tengah, serta penguatan kerja sama J&T Express dengan berbagai platform global seperti TikTok, TEMU, SHEIN, AliExpress, serta platform regional Mercado Libre.
Sejalan dengan ekspansi tersebut, hingga akhir Juni 2026 jumlah outlet J&T Express di pasar internasional lainnya bertambah sekitar 700 outlet, sehingga total mencapai 2.700 outlet. Jumlah pusat sortir juga meningkat menjadi 52 unit.
Ke depan, J&T Express menyatakan akan terus meningkatkan kualitas layanan melalui investasi pada infrastruktur, digitalisasi jaringan logistik, serta penguatan efisiensi operasional guna mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di berbagai negara.ssc