-
Jakarta, sumbarsatu.com— Presiden Prabowo Subianto menegaskan pelebaran defisit APBN di atas 3 persen dari produk domestik bruto (PDB) hanya akan ditempuh sebagai opsi terakhir. Langkah itu, menurutnya, baru dipertimbangkan dalam kondisi darurat seperti saat pandemi COVID-19.
Wacana pelebaran defisit mencuat seiring lonjakan harga minyak mentah dunia yang telah melampaui 100 dolar AS per barel, jauh di atas asumsi APBN sebesar 70 dolar AS. Namun, Menteri Keuangan Purbaya menegaskan pemerintah lebih memilih langkah efisiensi ketimbang menambah defisit.
Menurutnya, batas defisit saat ini belum perlu diubah, sehingga belum diperlukan penerbitan Perppu. Pemerintah masih memiliki cadangan dari saldo anggaran lebih (SAL) yang cukup untuk menutup potensi pelebaran defisit hingga sekitar 3,5 persen PDB atau setara tambahan Rp110 triliun dari target defisit Rp698 triliun.
Purbaya menyebut seluruh kementerian dan lembaga telah diminta menyiapkan skema pemangkasan anggaran. Meski demikian, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan efisiensi tidak akan menyentuh program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), yang dinilai sebagai investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia.
Di sisi lain, Bank Indonesia melalui Rapat Dewan Gubernur memutuskan mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) di level 4,75 persen. Gubernur Perry Warjiyo menyatakan kebijakan ini diambil untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah risiko global, termasuk eskalasi konflik di Timur Tengah.
Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 berada di kisaran 4,9 hingga 5,7 persen, didorong oleh konsumsi domestik, terutama pada momentum Idul Fitri. Sementara itu, pemerintah tetap optimistis terhadap pasar keuangan.
Purbaya bahkan memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menembus level 10.000 pada akhir tahun, meski nilai tukar rupiah sempat melemah mendekati Rp17.000 per dolar AS.
Secara keseluruhan, pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara disiplin fiskal dan stabilitas ekonomi, dengan mengedepankan efisiensi anggaran di tengah tekanan global yang kian meningkat.ssc/mn