Air Mata di Festival Nan Jombang Tanggal 3, Angga Mefri Lanjutkan Warisan Sang Maestro Ery Mefri

Rabu, 04/03/2026 12:19 WIB

Padang, sumbarsatu.com — Duka masih menyelimuti keluarga besar Nan Jombang Dance Company. Di tengah kesedihan atas kepergian Sang Maestro, Ery Mefri, Festival Nan Jombang Tanggal 3 tetap melangkah.

Direktur Festival, Angga Mefri, menyampaikan pesan yang singkat namun sarat makna.

“Kehidupan harus terus berjalan,” pesan Sang Maestro Ery Mefri.

"Bismillahirahmanirrahim, hari ini kami memulai melangkah, meneruskan dan menjalankan amanahmu. Berat… pasti. Sedih… pasti. Tapi spirit-mu akan selalu menyemangati kami ke depan, selamanya,” sebut Angga dengan nada pilu saat memberi sambutan mengawali Festival Nan Jombang Tanggal 3, Selasa (3/3/2026).

Di atas panggung, ia  ditemani Rierin Mefri, Rio Mefti, dan keluarga lainnya. Ia tak kuat melanjutkan sambutannya. Matamya sabak. Suaranya berat menahan sedih. Lalu, diselesaikan Rio Mefri—anak sulung Ery Mefri—membacakannya. Malam itu seisi Ggedung Manti Menuik penuh emosi.

Bagi Angga dan seluruh tim, kepergian sang panutan bukan hanya kehilangan figur pemimpin, tetapi juga cahaya penuntun perjalanan berkesenian. “Alfatihah untuk Sang Maestro,” tutupnya, lirih.

Sebelumnya, dari atas panggung itu juga, Ustaz Syamsurizal memandu doa untuk Ery Mefri, sang maestro, yang wafat pada Rabu, 11 Februari 2026 lalu/

Meski suasana batin diliputi duka, komitmen Nan Jombang Dance Cpmpany yang didirikan Ery Mefri 43 tahun lalu, untuk terus menjaga denyut festival tetap dipegang teguh. Festival Nan Jombang Tanggal 3 edisi Selasa, 3 Maret 2026, merupakan bentuk komitmen itu.

Festival setiap bulan tanggal 3  ini sebagai pertunjukan khusus Ramadan 1447 Hijriah, menghadirkan kelompok musik islami Orkes Gambus As-Syauqi dari Rimbo Tarok, Kota Padang.

Dipimpin Syamsurizal, orkes yang berdiri sejak 1991 itu membawakan lima nomor bernuansa religius. Lantunan gambus yang teduh, sayatan biola dan denting rebana, syair yang menenangkan, serta irama yang mengajak hati untuk pulang akan mengisi malam Ramadan yang khusyuk.

“Di bulan yang penuh cahaya ini, kami ingin menjadikan panggung sebagai ruang tafakur. Tempat nada-nada tumbuh pelan, menyapa jiwa, dan menyatukan kita dalam suasana yang khusyuk namun hangat,” jelas Syamsuriza.

Orkes  Gambus As-Syauqi malam mempersembahkan lima nomor sarat makna. Orkes Gambus As-Syauqi sendiri telah malang melintang di berbagai ajang lomba tingkat kota, provinsi hingga nasional, termasuk meraih juara tiga tingkat nasional baru-baru ini. Kelompok yang dibina Almi Efendi ini juga kerap tampil di sejumlah stasiun televisi swasta seperti TVRI dan Padang TV serta di berbagai acara adat dan keagamaan.

Di tengah kehilangan, festival ini bukan sekadar agenda pertunjukan. Ia menjadi penanda bahwa amanah tetap diteruskan. Bahwa kesedihan tak menghentikan langkah. Dan bahwa spirit Sang Maestro akan terus hidup—melalui panggung, melalui nada, dan melalui mereka yang setia menjaga nyala itu.

Pertunjukan yang dilaksanakan setelah salat Tarawih ini, mendapat apresiasi dari penonton. Gedung yang diberi nama Manti Menuik, mastro seni tradisi dan juga orang tua laki-laki alharhum Ery Mefri—tampak penuh.ssc/mn



BACA JUGA