Lagu “Kelana” Rilis, Suara Kreativitas Anak Nagari dari Komunitas Seni Nan Tumpah

Sabtu, 14/03/2026 15:58 WIB
kelana

kelana

Padang Pariaman, sumbarsatu.com — Komunitas Seni Nan Tumpah resmi merilis lagu berjudul Kelana yang kini telah tersedia di berbagai platform musik digital. Lagu ini ditulis dan diciptakan oleh Mahatma Muhammad sebagai interpretasi artistik atas aktivitas anak-anak dan remaja Korong Kasai yang terlibat dalam program Kelana Akhir Pekan di Nagari Kasang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman.

Kelana merekam semangat kebersamaan, kebebasan berekspresi, dan imajinasi anak-anak yang tumbuh melalui kegiatan seni di Ruang Temu Nan Tumpah. Lagu ini menggambarkan bagaimana seni menjadi ruang bermain, belajar, sekaligus menjelajah pengalaman baru bagi generasi muda di Nagari Kasang.

Sebagian lirik lagu tersebut mengekspresikan semangat itu:

kita kelana nyanyikan bumi
di kanvas langit
di tubuh gerak
kita kelana bebas berlari
tak ada batas
seni untuk semua”

Menurut Mahatma Muhammad, lagu ini lahir dari pengamatan terhadap aktivitas anak-anak Kelana yang setiap pekan berkumpul untuk berkarya dan berbagi cerita.

“Kelana bukan hanya tentang berjalan atau menjelajah, tetapi juga tentang bagaimana anak-anak menemukan suara dan keberanian mereka melalui seni,” ujarnya.

Proses musikal lagu ini digarap bersama sejumlah musisi. Aransemen dan gitar dimainkan oleh Tenku Raja Ganesha, sementara vokal dibawakan oleh Desi Vitriana bersama Mahatma Muhammad. Ossi Darma mengisi bagian keyboard dan bass, sedangkan Meiza Pratama atau Cimay memainkan drum sekaligus menangani proses mixing dan mastering. Proses rekaman vokal dan drum dilakukan di 3AM Studio.

Tenku Raja Ganesha menjelaskan bahwa proses aransemen dilakukan dengan berangkat dari komposisi dasar yang telah ditulis oleh Mahatma Muhammad.

“Saya lebih banyak menyesuaikan mood dari lagu yang telah dibuat oleh Mahatma. Struktur irama dan melodinya sudah ada, kemudian saya menuliskannya kembali di DAW atau Digital Audio Work Station untuk mengembangkan aransemen musiknya,” kata Tenku.

Visual sampul lagu juga melibatkan kolaborasi lintas seniman. Cover art diolah dari lukisan kolaboratif Silotigo karya Olimsyaf Putra Asmara, Boy Nistil, dan Imam Teguh yang kemudian diproses menjadi artwork lagu.

Imam Teguh menjelaskan bahwa proses pengerjaan artwork bermula dari ajakan Mahatma Muhammad kepada para perupa Silotigo untuk merespons lagu “Kelana” melalui bahasa visual. Setiap perupa kemudian mengolah karya dengan ciri khas visual masing-masing.

Lagu “Kelana” diproduksi oleh Komunitas Seni Nan Tumpah pada 2026 sebagai bagian dari upaya memperluas dokumentasi serta ekspresi kreatif yang lahir dari proses belajar anak-anak dalam program Kelana Akhir Pekan.

Program Kelana Akhir Pekan atau Kelas Nan Tumpah Akhir Pekan merupakan inisiatif pendidikan seni yang digagas Komunitas Seni Nan Tumpah sebagai ruang tumbuh kreatif bagi anak-anak dan remaja di Nagari Kasang. Program ini aktif sejak Februari 2025 dan berlangsung setiap Kamis hingga Minggu di Ruang Temu Nan Tumpah.

Di ruang tersebut, para peserta mempelajari berbagai disiplin seni, mulai dari menggambar, menari, bermain musik, teater, menulis, hingga berlatih silek. Program ini berada di bawah pendampingan wali kelas Desvy Sagita R. dan Srikandi Putri, bersama para mentor dari berbagai bidang seni yang berperan sebagai kawan belajar dalam proses kreatif anak-anak.

Melalui lagu ini, Komunitas Seni Nan Tumpah berharap semangat anak-anak Kelana—yang dikenal dengan jargon “Kelana Akhir Pekan: Siap Berkelana”—dapat dirasakan oleh lebih banyak orang. Selain tersedia di berbagai platform musik digital, video lirik lagu tersebut juga telah dirilis melalui kanal YouTube Komunitas Seni Nan Tumpah.

Publik dipersilakan mendengarkan dan membagikan lagu ini melalui platform musik maupun media sosial sebagai bentuk dukungan terhadap proses kreatif anak-anak dan remaja yang tumbuh melalui seni.ssc/rel



BACA JUGA