Ketua Umum KNPS Indonesia: Influencer Jangan Giring Opini Soal MBG Tanpa Data

Selasa, 17/02/2026 05:39 WIB
mg

mg

 

Jakarta, sumbarsatu.com – Ketua Umum KNPS Indonesia, David Hamka, menyoroti berkembangnya opini publik di media sosial terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini berjalan secara nasional.

Menurutnya, derasnya arus informasi di ruang digital harus diimbangi dengan tanggung jawab moral, terutama dari para influencer dan konten kreator yang memiliki pengaruh besar dalam membentuk persepsi masyarakat. Ia menegaskan bahwa narasi mengenai program strategis pemerintah tersebut harus disampaikan secara objektif, berbasis data, dan mengedepankan kepentingan publik.

“Program MBG bukan sekadar kebijakan jangka pendek. Ini adalah fondasi besar untuk menyiapkan generasi sehat dan unggul menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, narasi di media sosial seharusnya membangun optimisme, bukan sekadar mengejar engagement dengan informasi yang belum terverifikasi,” ujar David.

Program MBG dinilai sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, mendukung tumbuh kembang generasi muda, sekaligus menekan angka stunting. Ia menekankan bahwa program ini tidak hanya berkaitan dengan distribusi makanan, tetapi juga menyentuh aspek kesehatan, pendidikan, serta dampak ekonomi bagi pelaku usaha kecil yang terlibat dalam rantai pasok pangan.

David menegaskan bahwa kritik tetap diperlukan sebagai bentuk kontrol publik. Namun, kritik harus bersifat konstruktif dan disertai solusi. Ia mengingatkan agar tidak ada narasi yang menggiring opini secara sepihak tanpa memahami mekanisme pelaksanaan di lapangan.

“Influencer memiliki kekuatan besar dalam membentuk persepsi. Penting untuk menyampaikan informasi secara utuh dan berimbang, bukan berorientasi pada sensasi atau viralitas semata,” tegasnya.

Ia juga mendorong para pembuat konten untuk meninjau langsung proses operasional di dapur MBG agar publik mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai standar penyajian dan distribusi makanan.

“Saya yakin banyak yang belum melihat langsung bagaimana proses di dapur MBG berjalan. Jika perlu, buatlah konten dari dapur MBG agar masyarakat bisa melihat secara transparan bagaimana makanan dipersiapkan hingga sampai ke tangan anak-anak,” tambahnya.

David mengajak seluruh elemen masyarakat—pemerintah, sekolah, orang tua, hingga komunitas—untuk bersama-sama mengawal program ini agar tepat sasaran, transparan, dan berkelanjutan.

“Tujuan kita sama, yaitu memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan gizi yang layak. Mari kita kawal bersama dengan sikap dewasa, penuh tanggung jawab, dan semangat gotong royong,” tutupnya.scc/rel



BACA JUGA