Minggu, 30/11/2025 17:09 WIB

Korban Hanyut di Batang Batahan Ditemukan Meninggal

Pasbar, sumbarsatu.com - Pencarian panjang selama empat hari terhadap Islahuddin, warga Lobung, Simpang Gambir, Sumatera Utara, yang jadi korban hanyut di Sungai Batang Batahan, Kecamatan Ranah Batahan Kabupaten Pasaman Barat, akhirnya berbuah hasil. 
 
Jasad korban ditemukan warga pada Minggu pagi (30/11/2025) pagi di kawasan Lubuk Sambe, sekitar tiga kilometer dari lokasi awal ia terseret arus.
 
Penemuan ini sontak menggemparkan warga yang sejak beberapa hari terakhir tak henti menyusuri sungai. 
 
Ahmad,  warga setempat yang pertama kali melihat jasad korban ketika dihubungi wartawan, mengatakan ia melihat sosok tubuh tersangkut pada kayu di tengah aliran sungai.
 
 “Saya lihat ada seperti tubuh orang, rupanya korban. Kami langsung panggil warga lain,” ujarnya.
 
Tim gabungan yang terdiri dari TNI, perangkat nagari, dan relawan segera bergerak cepat menuju lokasi. Kondisi sungai yang berlumpur, dalam, dan berarus deras membuat proses evakuasi berlangsung penuh ketegangan. 
 
Beberapa personel harus turun langsung ke air untuk memastikan korban tidak kembali terbawa arus.
 
Islahuddin sebelumnya dilaporkan hanyut pada Kamis (27/11/2025) sore saat hendak menyeberangi sungai yang sedang meluap setelah hujan lebat. 
 
Derasnya arus membuat korban terseret dalam hitungan detik sebelum warga sempat memberikan pertolongan.
 
Usai dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut sebelum dipulangkan ke kampung halamannya. 
 
Sesuai rencana, jenazah akan diberangkatkan menuju Lobung, Simpang Gambir Madina, untuk disemayamkan.
 
Warga yang ikut dalam pencarian tampak berkumpul di sepanjang tepian sungai, sebagian meneteskan air mata. 
 
Empat hari pencarian tanpa henti siang dan malam akhirnya membuahkan hasil. Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dihentikan. 
 
Aparat kecamatan dan nagari mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kehati-hatian saat beraktifitas di sungai, terutama pada musim hujan yang sering memicu arus kuat dan banjir kiriman.
 
Dengan demikian berdasarkan data BPBD Pasaman Barat sampai saat ini sudah ditemukan dua korban meninggal akibat bencana longsor dan banjir. 
 
Sementara longsor di Jorong Harapan Tinggam Nagari Talamau yang terjadi Jumat subuh (28/11) masih pencarian oleh Tim SAR, BPBD bersama TNI, Polri hingga Minggu siang. ssc/nir
 
 
 
 

BACA JUGA