Pekan Nan Tumpah 2025 Resmi Diluncurkan

Senin, 24/03/2025 18:49 WIB

 

Kasai, sumbarsatu.com—Pekan Nan Tumpah (PNT) 2025 akan digelar pada 6-12 Juli 2025 mendatang di Fabriek Padang. Festival seni dwitahunan yang digagas oleh Komunitas Seni Nan Tumpah (KSNT) ini sebelumnya telah terlaksana selama 6 kali, sejak tahun 2011. KSNT sendiri dibentuk oleh Mahatma Muhammad, Halvika Padma, dan Yosefintia Sintia pada 2010.

PNT merupakan pergelaran seni lintas disiplin yang bertujuan untuk membangun ekosistem seni. Pada praktiknya, PNT telah menghubungkan banyak komunitas, penggiat seni, pemerintah, pihak swasta dan masyarakat umum.

“Helatan ini dikelola secara swadaya oleh komunitas dan mampu bertahan selama belasan tahun. Kehadirannya selalu ditunggu oleh para publik penikmat. Tahun 2021, kita mampu menghadirkan 7.700 pengunjung. Sebagiannya merupakan pengunjung baru,“ ujar Mahatma Muhammad, Direktur Festival Pekan Nan Tumpah 2025, pada Taklimat Peluncuran Pekan Nan Tumpah 2025 di Ruang Temu Nan Tumpah, Kasai, Padang Pariaman. Minggu (23/3/2025)

PNT 2025 didukung oleh Kementerian Kebudayaan melalui program strategis Dana Indonesiana dan LPDP. Dukungan ini merupakan bentuk apresiasi atas pencapaian kerja artistik lintas bidang PNT selama ini.

Menurut Mahatma, PNT tahun ini akan menitikberatkan pada penciptaan ruang inklusif dan terbuka terhadap keberagaman ekspresi seni, isu, dan perspektif. Artinya, kerja lintas bidang ditujukan untuk menebas batas antara seni, teknologi, dan kehidupan sehari-hari.

“Komunitas seni dan seniman yang terlibat bebas untuk merespon isu sosial politik, ekonomi, pendidikan dan budaya yang tengah dihadapi masyarakat. Harapannya, pendekatan artistik macam ini bisa melahirkan karya yang lebih bermakna dan berdampak,” tambahnya.

Menuju PNT 2025, ada beberapa rangkaian kegiatan yang dilaksanakan antara lain Panggilan Terbuka Sekolah: Nan Tumpah Masuk Sekolah 2025, Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT), Ke Rumah Nan Tumpah, dan Nan Tumpah Akhir Pekan. Tujuannya selain itu merefleksikan kerja PNT, juga mendorong keterlibatan pelaku seni yang lebih luas dan memperkuat tata kelola penonton.

“Para partisipan PNT nanti akan dijaring melalui dua metode yaitu open call dan kurasi internal. Harapannya bisa menjangkau komunitas seni di sekolah atau kampus serta komunitas pertunjukan seni tradisi,” jelas Mahatma.

Nantinya akan ada 14 penampilan dari komunitas seni sekolah, kampus dan kelompok tradisi. Lalu juga ada pertunjukan kontemporer dari berbagai komunitas di Sumatera Barat dan pameran seni rupa serta mix media.

PNT 2025 juga melibatkan Yusuf Fadli Aser sebagai direktur artistik, Nasrul Azwar sebagai supervisor. Kemudian ada Nessya Fitryona, Jumaidil Firdaus, dan Angelique Maria Cuaca sebagai kurator.

Pada kelas Kelana Akhir Pekan dimentori oleh Deslenda, seniman senior di Sumatera Barat dan Rijal Tanmenan, komposer dan musisi dari Gudang Seni Menata.

Taklimat Peluncuran Pekan Nan Tumpah dibarengi dengan buka puasa bersama pewarta media massa di Sumatera Barat. Selain pewarta juga hadir masyarakat yang ada di sekitar Ruang Temu Nan Tumpah. Para peserta yang hadir juga dihibur dengan pertunjukan dari Siswa Kelas Musik Kelana dan Musik Puisi Nan Tumpah.

“Rekan media adalah teman kolaborasi yang menyebarluaskan isu dan gagasan dari Pekan Nan Tumpah. Semoga PNT kali ini bisa berdampak luas bagi semua pihak dan lebih baik dari tahun sebelumnya,” tutup Mahatma. SSC/LIKE



BACA JUGA