H Sudirman Samin (kiri) baju batik paduan hitam-cokelat berpelukan dengan mantan Sekda Pasbar H Manus Handri sehari sebelum wafat di Jalan Semangka Simpang Empat. (istimewa)
Pasbar, sumbarsatu.com—Tokoh politik dan sosial asal Pasaman Barat H. Sudirman Samin meninggal dunia di Rumah Sakit Yarsi Simpang Empat, Pasaman Barat, Rabu (27/05/2020) pukul 16.00 karena sakit dalam usia 69 tahun.
Detik-detik berpulangnya Sudirman Samin ke Rahmatullah dilepas oleh menantunya AKP Muzhendra dan sejumlah keluarganya. Wajah almarhum terlihat berseri-seri saat hari terakhirnya.
Mendengar kabar duka tersebut, sejumlah tokoh dan masyarakat Pasaman Barat berdatangan ke Rumah Sakit Yarsi Simpang Empat dan rumah duka untuk memberikan doa dan ikut berduka atas kehilangan sosok kharismatik Sudirman Samin.
Terlihat datang ke rumah sakit ikut ucapkan duka cita antara lain H. Manus Handri (mantan Sekda Pasbar), Rosdi, dan Adriwilza, Muhammad Guntara, anggota DPRD Pasaman Barat dan sejumlah kepala OPD Pemkab Pasbar. Sedangkan Bupati H. Yulianto bersama jajaran pejabat Pemkab Pasaman Barat melayat ke rumah duka di Padang Tujuh Pasaman Barat.
Terkait almarhum, Manus Handri menceritakan, sehari sebelum meninggal, dirinya dikunjungi almarhum di rumahnya di Jalan Semangka untuk bersilaturahmi.
“Saya dipeluk erat oleh Sudirman. Ternyata itu pelukan terakhir almarhum. Beliua adalah guru dan sahabat saya yang baik di kala susah dan senang," kisah Manus Handri dengan suara serak bertanda duka mendalam, kepada sumbarsatu, Rabu (27/5/2020).
Lalu Rabu, (27/05/2020) sore Manus Handri terkejut mendapat telepon dari salah seorang anggota DPRD kalau almarhum masuk Rumah Sakit Yarsi dan dirawat, tak lama kemudian meninggal dunia.
Sudirman Samin dikenal sebagai tokoh politik di Pasaman Barat. Mengawali karier sebagai anggota DPRD Pasaman Barat pada tahun 1999 sebelum Pasaman dimekarkan menjadi dua kabupaten.
Sudirman Samin menjadi anggota DPRD dari Partai Golkar. Dia memilih jalan politik dan mengundurkan diri sebagai PNS PPL pertanian 1999.
Kepiawaianya dalam berpolitik tidak diragukan lagi, hingga ia mencapai puncak karier menjadi Ketua DPRD Pasaman pada tahun 2003-2004 mengantikan Kohirman yang sama-sama dari Partai Golkar.
Ketika itu bupati-wakil bupati Pasaman dijabat oleh H Baharuddin-Beni Utama. Sudirman Samin dikenal sangat dekat dengan Baharuddin.
Pada akhir 2004 Sudirman Samin bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan yang dipimpin oleh H Baharuddin.
Ketika Pasaman Barat berdiri (2004) Sudirman Samin juga bergabung dengan PPP di Pasaman Barat dan ikut maju sebagai calon legislatif untuk DPRD Pasaman Barat. Ia kembali duduk di Pasaman Barat sebagai anggota DPRD Pasaman Barat periode (2004-2009) dan berlanjut pada periode 2009-2014 dari PPP yang mengantarkannya menjadi Wakil Ketua DPRD Pasaman Barat.
Pada awal tahun 2016, Sudirman Samin mencoba bersinerji dengan almarhum mantan Bupati Syahiran untuk berpasangan jadi Wakil Bupati Pasaman Barat (2016-2020), namun karena situasi politik ketika itu Syahiran memilih Yulianto sebagai wakilnya.
"Politik itu dinamis. Jadi hal lumrah kalau kita sering bertukar partai atau pun bertukar pilihan," ujar Sudirman Samin kepada sumbarsatu suatu ketika saat pemilihan kepala daerah Pasaman Barat tahun 2015.
Sudirman dikenal ramah dan pandai bertutur dengan semua kalangan. Dia juga dikenal dekat dengan wartawan sedari dulu.
"Beliau memang seorang politikus ulung yang karakternya sudah terlihat sejak lama," ujar Manus Handri lagi.
Dalam hal mendidik keluarga Sudirman Samin juga terbilang cukup sukses yang pantas jadi contoh.
Satu orang anaknya sudah berpangkat Letkol di TNI AL di Bandung, dokter dan bidan. Dan yang paling bungsu Ronal menjadi anggota DPRD Pasaman Barat saat ini.
"Kalau untuk mendidik anak dan keluarga kita salut sama almarhum Bapak Sudirman," terang Harisman Nasution, Kepala Inspektorat Pasaman Barat yang juga 'Rang Sumando' almarhum Sudirman Samin.
Rencana keluarga almarhum akan dimakamkan Kamis (28/05/2020) ini dipemakaman keluarga Padang Tujuah.
Selamat jalan Bapak Sudirman Samin, selamat jalan sahabat tokoh politik, guru politik. Semoga arwah almarhum tenang ditempatkan pada tempat yang mulia disisi-Nya. Amin. SSC/Sutan Junir
H Sudirman Samin (kiri) baju batik paduan hitam-cokelat berpelukan dengan mantan Sekda Pasbar H Manus Handri sehari sebelum wafat di Jalan Semangka Simpang Empat. (istimewa)