Senin, 02/03/2020 20:44 WIB

122 Jamba Ikut Meriahkan Pencanangan BBD dan BBGRM Sumbar

Setidaknya, 122 jamba ikut memeriahkan Pencanganan Bulan Bakti Dasawisma (BBD) dan Bulan Bakti Gotong-royong Masyarakat (BBGRM) tingkat Provinsi Sumatera Barat tahun 2020, di kawasan GOR Padang baru Lubuk Basung, Senin (2/3/2020).

Setidaknya, 122 jamba ikut memeriahkan Pencanganan Bulan Bakti Dasawisma (BBD) dan Bulan Bakti Gotong-royong Masyarakat (BBGRM) tingkat Provinsi Sumatera Barat tahun 2020, di kawasan GOR Padang baru Lubuk Basung, Senin (2/3/2020).

Agam, sumbarsatu.com-Setidaknya, 122 jamba ikut memeriahkan Pencanganan Bulan Bakti Dasawisma (BBD) dan Bulan Bakti Gotong-royong Masyarakat (BBGRM) tingkat Provinsi Sumatera Barat tahun 2020, di kawasan GOR Padang baru Lubuk Basung, Senin (2/3/2020).

Jamba tersebut berasal dari OPD, kecamatan, nagari, BUMN/BUMD, PKK, dan dasawisma.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Nagari, Teddy Martha menyebutkan, bahwa makan bajamba merupakan tradisi masyarakat Agam.

“Makan bajamba sudah menjadi tradisi bagi kita di Agam, setiap tamu yang datang akan disuguhkan dengan makanan sebagai tanda menghargai kedatangan mereka,” ujarnya.

Salah satu pengusung jamba, Netti (52 tahun) mengatakan bahwa jamba yang dibawanya berisikan kuliner khas daerahnya.

“Jamba yang kami bawa berisikan makanan khas dari Ampek Koto, yaitu pangek ampok dari Koto Tuo dan gulai itiak ijau dari Koto gadang,” ujar Netti.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Agam, Syatria, S.Sos, M.Si menyebutkan, bahwa makan bajamba merupakan salah satu bentuk promosi pariwisata Agam.

“Agam terkenal dengan kulinernya yang unik, selain randang yang merupakan makanan kapalo jamba, juga terdapat gulai itiak lado hijau dari Koto Gadang, gulai kapalo lauak pangarayakan Rang Tiku, kolak, dan berbagai olahan labu dari Matua, limpiang dari Kamangm dan banyak jenis kuliner lainnya. Intinya di Kabupaten Agam hanya ada 2 jenis makanan yaitu enak dan enak sekali,” ujarnya berpromosi. (MSM)

BACA JUGA