Minggu, 30/09/2018 17:02 WIB

Bupati Agam Imbau Warga Kibarkan Bendera Setengah Tiang

PERINGATAN PERISTIWA G 30 S/PKI

Pemasangan bendera setengah tiang dalam peringatan-G 30 S-PKI

Pemasangan bendera setengah tiang dalam peringatan-G 30 S-PKI

Agam, sumbarsatu.com-Peristiwa pengkhianatan PKI, dengan G30S-nya, merupakan sejarah kelam Bangsa Indonesia. Untuk mengenang dan ikut berduka cita atas peristiwa biadab itu, Bupati Agam, H. Indra Catri Dt. Malako Nan Putiah mengimbau, agar segenap lapisan masyarakat di daerah itu mengibarkan bendera setengah tiang pada mulai pukul 06.00-18.00 WIB, Minggu (30/9/2018), dan satu tiang penuh pada Senin (1/10/2018).

Imbauan itu disampaikannya Sabtu (29/9/2018), di Lubuk Basung, melalui Kabag Humas Setda Agam, Helton, SH, M.Si.

Imbauan mengibarkan bendera setengah tiang, pada hari Minggu (30/9/2018) itu, sebagai wujud ikut berduka atas sejarah kelam yang menimpa bangsa Indonesia atas tragedi pengkhianat  PKI, dalam aksi biadab pembunuhan 7 Pahlawan Revolusi, yang dikubur dalam satu liang di Lubang Buaya.

Sementara pengibaran bendera merah putih satu tiang penuh, Senin (1/10/2018) merupakan wujud komitmen berbangsa, dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila, untuk mengokohkan jati diri bangsa bahwa Pancasila adalah dasar negara Indonesia yang harus dipelihara dan dijaga bersama.

Bupati mengingatkan seluruh masyarakat Agam untuk tetap membangun ingatan akan kekejian dan pengkhianatan yang dilakukan PKI terhadap bangsa Indonesia.

Pengkhianatan PKI merupakan sejarah kelam bangsa Indonesia, yang berupaya merusak bangsa Indonesia dengan beragam cara, bahkan membunuh 7 perwira tinggi TNI ( 6 jenderal dan 1 orang perwira pertama) dengan cara yang biadab. Bahkan mayatnya dimasukkan dalam satu lobang di kawasan Lubang Buaya, Jakarta.

Seluruh anak bangsa, khususnya masyarakat Agam diminta untuk tetap membangun ingatan akan sejarah pahit itu, dengan selalu ingat sejarah, salah satunya dengan mengibarkan bendera merah putih setengah tiang setiap tanggal 30 September, sebagai wujud duka mendalam, dan mengibarkan bendera 1 tiang penuh untuk memperingati Hari Kesaktian Pancasila, sebagai bukti komitmen berbangsa dengan dasar negara Pancasila.

Himbauan itu sudah disebarluaskan ke berbagai elemen masyarakat dan media massa. bupati berharap, seluruh masyarakat ikut membantu menyebarluaskan informasi tersebut.

Bupati Agam sendiri, seperti disebutkan Hilton, sangat setuju jika masyarakat bersama-sama menyaksikan kembali flim pengkhianatan G30PKI di berbagai media, untuk membangun ingatan sejarah akan kekejaman PKI.

“Kami imbau masyarakat untuk mengokohkan komitmen berbangsa, NKRI. Ideologi komunis tidak boleh hidup di wilayah kabupaten Agam, perkokoh ukhuwah Islamiyah dengan visi Agam Madani,“ ujar bupati, seperti ditirukan Helton. (MSM)

 

BACA JUGA