MDTA Nurul Jannah Kota Pariaman Dinilai Tim Didikan Subuh

PENDIDIKAN AGAMA

Minggu, 08/05/2016 19:49 WIB
Tim Juri didikan subuh Provinsi Sumbar sedang menanyakan beberapa pertanyaan pada murid MDTA

Tim Juri didikan subuh Provinsi Sumbar sedang menanyakan beberapa pertanyaan pada murid MDTA

Pariaman, sumbarsatu.com --Pemerintah Kota Pariaman berkomitmen dalam mengentaskan buta Alqu’an dan meningkatkan akhlak generasi muda.

Hal ini dibuktikan dengan adanya peraturan daerah (perda) tentang Baca Tulis Alquran dan Maghrib Mengaji serta perda tentang Penyakit Masyarakat (Pekat).

“Oleh karena itu mari kita galakkan kembali kegiatan keagamaan di tengah kehidupan kita agar dapat membentengi generasi muda dari hal-hal yang negatif yang terjadi saat ini,” pinta Wakil Walikota Genius Umar.

Hal tersebut disampaikan Genius dalam sambutannya pada acara penilaian Lomba Didikan Subuh Tergiat tingkat Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Minggu (8/5/2016).

Untuk Kota Pariaman diwakili oleh MDTA (Madrasah Diniyah Takmiliyah Alawiyah) Nurul Jannah Kelurahan Lohong, Kecamatan Pariaman Tengah.

Genius Umar menambahkan, banyak tantangan yang dihadapi oleh generasi muda saat ini yang tidak dialami oleh generasi terdahulu. Mulai dari maraknya internet yang tidak sehat, kenakalan remaja yang terlewat batas dan narkotika yang sudah menyasar pada anak-anak yang duduk pada bangku SD dan SMP.

“Ini menjadi tugas berat bagi kita bersama bagaimana membentengi diri mereka dari hal-hal tersebut, sehingga mereka menjadi generasi yang tangguh,” ujarnya.

Pada kesempatan itu ia menyatakan sangat senang menyaksikan penampilan yang dilakukan oleh santriwan/santriwati MDTA Nurul Jannah yang sangat bersemangat dan rapi, dengan muka yang jernih menatap masa depan yang lebih cerah.

“Inilah yang kita harapkan bersama dari generasi kita saat ini,” katanya lagi.

Dengan semakin tebalnya rasa keimanan dan aktifnya anak-anak kita dalam setiap MDA/MDTA maupun Magrib Mengaji yang dipantau oleh orangtuanya, lanjut Genius, diharapkan anak-anak ini akan menjadi garda terdepan pembentukan moral dan benteng dari pengaruh globalisasi yang tidak bisa dibatasi perkembangannya.

Tim Penilai Lomba Didikan Subuh Tergiat tingkat Provinsi Sumbar ini diketuai oleh Muchlis Bahar, (Dekan Fakultas Syariah IAIN Imam Bonjol Padang) dengan anggota Yulius Said (Ketua Dewan Masjid), Yusran Lubis (Kanwil Kemenang), Yunaida (Biro Binsos Setdaprov) dan disertai tim fasilitasi Hasan Basri Hosen dan Fauzi.

MDTA Nurul Jannah ini mempunyai murid sebanyak 231 orang dengan 8 orang guru pengajar, yang dipimpin oleh Ibu Syalwati. Selain menyelenggarkan Didikan Subuh, MDTA ini mempunyai beberapa program kerja yang dikelola oleh Yayasan Bahagia Nurul Jannah. Antara lain memberikan reward bagi guru pengajarnya dengan memberangkatkan Haji.

Sampai tahun 2016 ini pihak yayasan telah memberangkatkan 2 (dua) orang pengajar ke Tanah Suci Mekkah. Sebelum pelaksanaan lomba, tim juri dan wawako serta peserta dan masyarakat yang hadir melaksanakan salat Subuh berjamaah. (ZAK)

 

Lebaran

BACA JUGA