Tanaman Kakao Kian Diminati Warga Agam

Minggu, 25/10/2015 01:57 WIB

Agam,sumbarsatu.com—Warga kabupaten Agam semakin banyak menyenangi kakao sebagia tanaman perkebunan. Penyebabnya, harga kakao yang cukup tinggi dan stabil.

Hal ini diungkap Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Agam, Ir. Yunasri, MM, Sabtu (24/10/2015), didampingi Kabid Bina Usaha, Ir Adrinal, di ruang kerjanya.

Yang menggembirakan, mayoritas petani sudah menguasai teknik budi daya tanaman kakao. Bahkan sudah banyak yang mampu melakukan perawatan tanaman melalui sistem sambung samping.

Tetapi ada yang merisaukan. Sampai saat ini biji kakao hasil fermentasi dihargai pedagang sama dengan non fermentasi. Mestinya, biji kering kakao hasil pengolahan sistem fermentasi lebih mahal.

“Makanya, petani kakao di daerah ini enggan melakukan pengolahan biji kakao dengan sistem fermentasi , walaupun mereka menguasai teknologinya,” ujarnya.

Menurut Yulnasri, harga biji kering kakao di pasaran Agam berkisar antara Rp29.000 sampai Rp32.000/kg. harga tergantung kualitas biji, dan kadar airnya. Semakin bagus biji kakao, dan semakin kering, akan semakin tinggi harganya.

Kebun kakao rakyat di daerah itu tercatat 5.513 ha, dengan produksi sekitar 131.377 ton/tahun. Karena produksi belum seberapa, di daerah itu belum ada pabrik pengolahan biji kakao.

“Dulu pernah ada, namun karena produksi kakao Agam masih sedikit, makanya belum mampu memenuhi kebutuhan pabrik,” ujarnya. (MSM)



BACA JUGA