Pohon Termahal di Dunia Diperbincangkan Para Pakar

60 TAHUN FAKULTAS PERTANIAN dan LUSTRUM XII UNAND

Selasa, 14/10/2014 17:04 WIB
Seminar tentang prospek pohon gaharu di Unand (Selasa, 14/10/2014)

Seminar tentang prospek pohon gaharu di Unand (Selasa, 14/10/2014)

Padang, sumbarsatucom—Provinsi Sumatera Barat memiliki potensi budi daya penanaman pohon gaguru. Lahan dan tanah yang subur modal besar daerah ini. Secara ekonomis, prospek pohon gaharu sangat cerah. Pohon gaharu ini salah satu pohon termahal di dunia dan disebut juga pohon emas.

Pikiran-pikiran itu mengemuka dalam seminar yang digelar Fakultas Pertanian Universitas Andalas Padang dengan tema “Potensi dan Pengembangan Agribisnis Pohon Gaharu Indonesia” yang digelar selama dua hari, Selasa-Rabu (14-15/10/2014) di  Gedung Convention Hall Universitas Andalas, Limau Manih. Selain seminar, juga digelar pembudidayaan pohon gahuru.

Kegiatan ini merupakan rangkaian merayakan 60 tahun Fakultas Pertanian dan Lustrum XII Universitas Andalas.

Dr. Ir. Beni Satria, MP, Ketua Panitia, menjelaskan, selama dua hari ini, akan dibahas prospek pohon gaharu, pengembangannya, dan peluangnya, serta malah regulasinya. Masing-masing tema dibahas pakar yang berkompeten di bidangnya.

“Tema kebijakan Menteri Kehutanan dan pengembangan hasil hutan bukan kayu dipaparkan Ir. Indra Suherman dari Bina Perhutanan Sosial,” kata Beni Satria, yang juga merupakan pengajar di Fakultas Pertanian ini.

Selain Indra Suherman, narasumber yang cukup penting terhadap pengembangan pohon gaharu itu adalah Erzaldi Rosman, MM, Bupati Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung, menyampaikan tentang pengembangan gaharu di Bangka Tengah.

Kabupaten Bangka Tengah beberapa tahun terakhir ini memokuskan program pembagian bibit pohon gaharu kepada petani yang bertujuan agar populasi pohon ini berkembang.

“Pada 2011 Dinas Kehutanan dan Perkebunan Bangka Tengah membagikan bibit gaharu gratis sebanyak 225.700 bibit kepada masyarakat. Dan terus dilanjutkan hingga kini,” kata Erzaldi Rosman dalam paparannya.

Sekarang ini, jumlah pohon gaharu di Bangka Tengah mencapai mencapai 432.477 batang yang terdiri dari 429.777 pohon gaharu hasil budidaya petani dan 2.700 pohon gaharu yang tumbuh alami di alam.

“Jumlah pohon tersebut menjadikan Kabupaten Bangka Tengah sebagai daerah yang memiliki pohon gaharu terbanyak kedua di Indonesia setelah Kabupaten Mandinau, Provinsi Kalimantan Timur,” katanya.

Pohon gaharu di Bangka Tengah dominan berjenis 'Aquilaria malaccensis' yang merupakan tanaman penghasil gaharu berkualitas terbaik dengan nilai jual yang tinggi," ujarnya.

“Dengan adanya kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat mengetahui dan mendapat informasi menngenai tanaman gaharu yang memiliki nilai jual yang tinggi,” kata Beni Satria.

Zahra, salah seorang peserta dari Fakultas Pertanian merasa senang bis ikut kegiatan ini. “Banyak sekali pengetahuan yang saya peroleh,” katanya.

Kegiatan ini dibuka langsung Wakil Rektor I Universitas Andalas, Febrin Anas Ismail, dan dihadiri peserta dari Dinas Pertanian dan Kehutanan se-Sumatera. (SSC)

Reporter: Nur Khairat

Lebaran

BACA JUGA