Kamis, 05/11/2026 09:42 WIB

Bupati Yulianto Apresiasi Kontribusi Tanoto Foundation dalam Percepatan Penurunan Stunting di Pasbar

Simpang Empat, sumbarsatu.com – Bupati Pasaman Barat, Yulianto, mengapresiasi kontribusi Tanoto Foundation bersama Yayasan Cipta dalam mendukung upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Pasaman Barat.

Kolaborasi yang telah terjalin sejak 2019 tersebut dinilai turut memperkuat berbagai intervensi penanganan stunting melalui pemanfaatan data, pengembangan inovasi pelayanan, serta pemberdayaan masyarakat.

Apresiasi tersebut disampaikan Yulianto saat mengunjungi Nagari Kapa, Kecamatan Luhak Nan Duo, dan Posyandu Bandar Baru di Nagari Sasak, Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, Rabu (4/11/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan bersama Ketua TP-PKK Pasaman Barat, Ny. Sifrowati, sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta perwakilan Tanoto Foundation.

Rombongan turun langsung ke lapangan untuk meninjau praktik baik pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang telah dilaksanakan dalam mendukung percepatan penurunan stunting.

Di Nagari Kapa, rombongan meninjau penerapan aplikasi POPS (Pusat Operasi Penurunan Stunting), sebuah inovasi yang dirancang untuk membantu pemerintah nagari memantau perkembangan status gizi anak sekaligus menentukan langkah penanganan stunting berdasarkan data yang tersedia.

Melalui aplikasi tersebut, berbagai data mengenai kondisi dan perkembangan stunting diintegrasikan ke dalam satu pusat informasi. Sistem ini memudahkan pemerintah nagari dalam mengakses informasi yang dibutuhkan tanpa harus berulang kali melakukan pengumpulan data secara manual dari berbagai pihak.

Pemanfaatan POPS juga diarahkan untuk memperkuat pelaksanaan intervensi konvergensi penurunan stunting, terutama dalam penyusunan perencanaan pembangunan nagari berbasis data.

Dengan demikian, setiap program dan kegiatan yang dirancang pemerintah nagari diharapkan dapat lebih tepat sasaran serta disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya anak-anak yang berisiko mengalami stunting.

Setelah mengunjungi Nagari Kapa, rombongan melanjutkan kunjungan ke Posyandu Bandar Baru di Nagari Sasak, Kecamatan Sasak Ranah Pasisie. Di lokasi tersebut, Bupati bersama rombongan meninjau secara langsung pelayanan kesehatan masyarakat, mulai dari pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita, pemenuhan kebutuhan gizi, hingga berbagai upaya pencegahan dan penanganan stunting sejak dini.

Bupati Yulianto menyampaikan terima kasih kepada Tanoto Foundation dan Yayasan Cipta atas dukungan serta kontribusi yang telah diberikan sejak 2019. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak menjadi faktor penting untuk memastikan upaya percepatan penurunan stunting dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Ia menegaskan, penanganan stunting bukan semata-mata menjadi tanggung jawab satu OPD atau sektor kesehatan. Persoalan tersebut membutuhkan keterlibatan seluruh perangkat daerah sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing, sehingga berbagai program intervensi dapat dilaksanakan secara terpadu.

"Penanganan stunting membutuhkan kepedulian dan kerja sama semua pihak. Setiap OPD harus mengambil peran sesuai tugas dan fungsinya agar intervensi yang dilakukan berjalan terpadu dan menyentuh berbagai aspek yang memengaruhi tumbuh kembang anak," tegasnya.

Yulianto mengatakan, anak-anak yang sehat dan memiliki kualitas gizi yang baik merupakan modal penting bagi keberlanjutan pembangunan daerah maupun bangsa.

Oleh karena itu, pemerintah daerah berkomitmen mendorong lahirnya generasi yang sehat, cerdas, dan tangguh sebagai penerus pembangunan, khususnya di Kabupaten Pasaman Barat.

Menurutnya, upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari persiapan untuk mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045 sebagaimana yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Untuk mencapai target tersebut, kualitas generasi masa depan harus dipersiapkan sejak dini melalui pemenuhan kebutuhan gizi, penyediaan pelayanan kesehatan yang memadai, serta dukungan lingkungan keluarga dan masyarakat.

Sementara itu, Regional Lead Tanoto Foundation, Medi Yusva, menjelaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan berbagai intervensi yang dilakukan lembaganya sangat bergantung pada dukungan pemerintah daerah, terutama kepala daerah beserta seluruh jajaran OPD.

Ia menilai, sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pendamping merupakan faktor penting untuk menjaga keberlanjutan program sekaligus memastikan berbagai manfaat yang dihasilkan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Menurutnya, kolaborasi tersebut tidak hanya berfokus pada pelaksanaan berbagai kegiatan di lapangan, tetapi juga mencakup penguatan sistem dan peningkatan kapasitas pemerintah dalam menangani persoalan stunting. Melalui dukungan pemerintah daerah, berbagai inovasi yang telah dikembangkan di tingkat nagari diharapkan dapat diperluas dan diterapkan di wilayah lainnya.

Sementara itu, Project Management Coordinator Tanoto Foundation, Velly Ardan, menjelaskan bahwa pengembangan POPS di Nagari Kapa merupakan bagian dari upaya memperkuat pelaksanaan intervensi konvergensi penurunan stunting melalui penyusunan perencanaan pembangunan nagari berbasis data.

Melalui platform tersebut, pemerintah nagari didorong untuk menjadikan data sebagai landasan dalam menyusun program, menentukan skala prioritas, serta melakukan evaluasi terhadap berbagai kegiatan penanganan stunting yang telah dilaksanakan.

Velly menyebutkan, Tanoto Foundation turut mendampingi pemerintah Nagari Kapa dalam membangun dan mengelola platform POPS dengan melibatkan lima orang administrator atau admin data.

Para administrator tersebut bertugas melakukan penginputan, pemutakhiran, dan pengelolaan data yang dibutuhkan dalam sistem. Mereka juga telah mendapatkan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan dalam mengoperasikan platform tersebut. ssc/nir

BACA JUGA