26 Tahun Berlalu, Pensiunan Guru AS Kembali ke Tiongkok untuk Tanam Pohon Persahabatan Setelah 26 tahun, Ronald Sakolsky, pensiunan guru asal Amerika Serikat (AS), kembali ke Tiongkok untuk mengunjungi area pepohonan yang dinamai seperti namanya sebagai bentuk penghormatan untuk dirinya. Dalam perjalanan tersebut, dia menanam pohon persahabatan bersama Yin Yuzhen, sosok yang misi penanggulangan penggurunannya didukung oleh Sakolsky bertahun-tahun silam.
Beijing, sumbarsatu.com — Sumbangan US$5.000 dari seorang warga Amerika Serikat 26 tahun lalu menjadi bagian dari perjuangan Yin Yuzhen dan suaminya mengubah hamparan pasir tandus di Gurun Maowusu, Mongolia Dalam, Tiongkok utara, menjadi kawasan berhutan.
Kisah penghijauan dan persahabatan lintas negara itu diangkat People’s Daily dalam film dokumenter Janji 26 Tahun: Bagaimana Hadiah US$5.000 Mengubah Gurun Menjadi Hutan, yang merekam pertemuan kembali Yin dengan Ronald Sakolsky, penyumbang dana tersebut.
Ketika pertama kali bertemu Yin 26 tahun lalu, Sakolsky mendapati perempuan itu bersama suaminya bekerja menanam pohon di tengah kondisi berat di Gurun Maowusu. Tergerak oleh kegigihan mereka, Sakolsky menyumbangkan US$5.000 untuk mendukung upaya penghijauan tersebut.
Selama puluhan tahun, Yin dan suaminya terus menanam dan merawat pohon. Upaya berkelanjutan itu secara bertahap mengubah hamparan pasir tandus menjadi kawasan berhutan yang mendukung pemulihan ekosistem setempat.
Film dokumenter tersebut mengikuti kunjungan kembali Sakolsky ke Tiongkok untuk menyaksikan hasil perjuangan yang telah berlangsung selama lebih dari dua dekade. Dengan memadukan rekaman arsip dan dokumentasi kunjungan terbaru, film ini memperlihatkan pertemuan emosional dua orang dari latar belakang berbeda yang dipersatukan oleh kepedulian terhadap lingkungan.
Kisah Yin dan Sakolsky juga menggambarkan tantangan pemulihan ekologi di kawasan yang mengalami penggurunan. Upaya tersebut tidak cukup hanya mengandalkan investasi awal, tetapi membutuhkan tindakan berkelanjutan selama bertahun-tahun, perawatan berbasis ilmu pengetahuan, serta pengelolaan yang konsisten untuk memulihkan lanskap yang rentan.
Selain mengisahkan perjuangan lingkungan, film ini menyoroti hubungan antarmasyarakat Tiongkok dan Amerika Serikat. Meski berasal dari negara dan budaya berbeda, Yin dan Sakolsky menemukan kesamaan tujuan dalam upaya memulihkan lahan yang rusak.
Kisah persahabatan mereka menunjukkan bagaimana dukungan lintas negara dapat membantu menggerakkan inisiatif lingkungan berbasis masyarakat. Hasil dari kepedulian dan kerja jangka panjang dapat terlihat bertahun-tahun setelah upaya pertama dimulai.
Film dokumenter tersebut dapat disaksikan melalui People’s Daily. ssc/rel