Simpang Empat, sumbarsatu.com — Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat memperkuat gerakan literasi melalui Seminar Literasi bertajuk “Seribu Guru Hebat, Sejuta Murid Hebat” dengan menghadirkan Duta Baca Indonesia, Gol A Gong, Sabtu (10/10/2026).
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mendorong budaya membaca dan menulis, sekaligus membangun karakter serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Pasaman Barat.
Seminar yang diselenggarakan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Pasaman Barat bersama Forum Pegiat Literasi dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Pasaman Barat tersebut dihadiri Bupati Pasaman Barat Yulianto, Bunda Literasi Kabupaten Pasaman Barat Ny. Sifrowati Yulianto, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), jajaran Dinas Pendidikan, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Ny. Erisa Doddy San Ismail, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Bupati Pasaman Barat Yulianto mengatakan, penguatan literasi merupakan langkah strategis untuk menyiapkan generasi muda yang berpengetahuan luas, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan zaman.
Menurutnya, dinamika global menuntut Indonesia memiliki sumber daya manusia berkualitas. Karena itu, pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga harus diiringi peningkatan kualitas manusia melalui pendidikan dan penguatan budaya literasi.
“Dalam situasi dunia saat ini dengan berbagai dinamika geopolitik, Indonesia membutuhkan anak-anak hebat yang mampu mengawal masa depan bangsa. Salah satu upaya untuk mewujudkannya adalah melalui kegiatan literasi,” ujar Yulianto.
Ia menegaskan, literasi tidak terbatas pada kemampuan membaca dan menulis. Lebih dari itu, literasi mencakup kemampuan memahami informasi, memperluas wawasan, mengembangkan pemikiran, serta menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.
Yulianto juga mengapresiasi peran guru dalam mendidik dan membentuk karakter generasi penerus bangsa. Menurutnya, guru memiliki posisi strategis dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki moral, etika, dan tanggung jawab sosial.
“Guru adalah pahlawan kita. Siapa pun yang hebat hari ini tentu mendapatkan pendidikan dari seorang guru. Karena itu, kita harus memberikan apresiasi kepada guru-guru yang dengan penuh keikhlasan terus mendidik anak-anak kita,” katanya.
Ia berharap penguatan literasi menjadi salah satu upaya positif untuk mengarahkan minat dan bakat pelajar, membangun karakter, serta mendorong kebiasaan belajar yang produktif di tengah berbagai tantangan, termasuk kenakalan remaja dan tawuran antarpelajar.
Menurutnya, upaya melahirkan generasi berkualitas membutuhkan kerja sama berkelanjutan antara pemerintah, guru, orang tua, dan masyarakat. Cita-cita menciptakan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak harus diwujudkan melalui program nyata serta lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka.
Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, lanjutnya, akan terus mendukung kegiatan literasi agar gerakan tersebut semakin berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi dunia pendidikan maupun masyarakat.
Sementara itu, Bunda Literasi Kabupaten Pasaman Barat Ny. Sifrowati Yulianto menegaskan bahwa pengembangan budaya literasi merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan pemerintah, sekolah, keluarga, masyarakat, dan komunitas.
“Gerakan literasi merupakan tanggung jawab kita bersama. Pemerintah, sekolah, keluarga, masyarakat, dan komunitas harus berjalan bersama dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya budaya membaca,” ujarnya.
Ia menjelaskan, budaya membaca perlu ditanamkan sejak dini melalui lingkungan yang mendorong anak-anak untuk terus belajar, mengembangkan rasa ingin tahu, dan menjadikan pengetahuan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Menurut Sifrowati, buku membuka kesempatan bagi anak-anak untuk mengenal dunia secara lebih luas, sedangkan tulisan menjadi sarana untuk menuangkan gagasan dan menghasilkan karya.
Dengan bekal ilmu pengetahuan, generasi muda diharapkan mampu menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai budaya dan karakter yang menjadi identitas daerah.
Ia menilai, kehadiran Duta Baca Indonesia, Gol A Gong, dalam seminar tersebut menjadi momentum untuk memperkuat semangat dan motivasi para guru serta pegiat literasi dalam mengembangkan budaya membaca dan menulis di Kabupaten Pasaman Barat.
“Manusia yang berilmu akan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Ilmu menjadi bekal untuk menjaga nilai budaya, memperkuat karakter, serta menghadapi perkembangan zaman,” tuturnya. ssc/nir