Simpang Empat, sumbarsatu com– Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat melalui Dinas Sosial menyalurkan santunan ahli waris dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI kepada keluarga korban bencana di Pasaman Barat.
Total santunan sebesar Rp45 juta diberikan kepada tiga ahli waris, masing-masing menerima Rp15 juta.
Penyerahan secara langsung diberikan Bupati Pasaman Barat Yulianto kepada dua penerima, yakni Agustinah, orang tua korban Mezi Ardi, dan Mayci Novita Roza, anak korban Dewi Hayati, di Pasaman Barat, Senin (10/8/2025).
Sebelumnya, santunan serupa juga telah diserahkan oleh Wakil Bupati Pasaman Barat M. Ihpan kepada Gusmila Sari, orang tua korban Zunior Azriel Ramadhan, pada Jumat (31/7/2026).
Bupati Yulianto menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Ia berharap santunan tersebut dapat membantu meringankan beban keluarga yang ditinggalkan sekaligus menjadi bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan dan jaminan sosial kepada masyarakat terdampak bencana.
“Semoga almarhum dan almarhumah diberikan tempat terbaik di sisi Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Kepada keluarga yang ditinggalkan, kiranya diberikan kesabaran dan ketabahan,” ujar Yulianto.
Ia menegaskan Pemkab Pasaman Barat terus melakukan pendataan terhadap dampak bencana, termasuk korban meninggal dunia dan kerusakan rumah, sebagai dasar penanganan dan pemberian bantuan kepada masyarakat terdampak.
“Pada prinsipnya, pemerintah daerah tentu selalu memperhatikan. Kejadian-kejadian yang tidak terduga, termasuk banjir kemarin, semuanya sudah kita data, baik yang meninggal maupun rumah yang hancur,” katanya.
Selain penanganan terhadap korban, pemerintah juga mempercepat pemulihan infrastruktur yang terdampak bencana. Sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan masih dalam proses perbaikan melalui sinergi Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Pusat.
“Insyaallah, kita bersama Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat terus memperhatikan. Kemarin juga dari Satgas yang diketuai Menteri Dalam Negeri telah memerintahkan anggotanya untuk turun langsung ke lapangan,” lanjutnya.
Yulianto mengatakan, pemerintah saat ini juga mencari solusi penanganan jangka panjang untuk mengurangi dampak bencana, termasuk melalui koordinasi lintas pemerintahan.
Ia kembali menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat melintasi wilayah yang rawan longsor.
“Kita tidak pernah tahu kapan bencana datang. Untuk itu, saya imbau kepada seluruh masyarakat agar berhati-hati ketika melewati jalan-jalan yang rawan longsor,” tutupnya. ssc/nir