Jelang HUT Ke-81 RI, Pemerintah Pastikan Situasi Kondusif, Prabowo Ajukan Destry Jadi Gubernur BI

Selasa, 11/08/2026 07:50 WIB
pra

pra

Jakarta, sumbarsatu.com— Pemerintah memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pemerintah sekaligus mengambil langkah menjaga stabilitas ekonomi dengan mengajukan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) menggantikan Perry Warjiyo.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menepis isu yang menyebut bakal terjadi demonstrasi besar-besaran sepanjang Agustus 2026. Pernyataan itu disampaikan setelah rapat koordinasi pimpinan DPR bersama Mensesneg, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan para kepala staf angkatan di lingkungan TNI.

Prasetyo memastikan kondisi nasional baik-baik saja. Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menegaskan TNI bertanggung jawab menjaga keamanan dan ketertiban di seluruh wilayah Indonesia.

Isu mengenai kemungkinan aksi demonstrasi besar pada Agustus kembali menjadi perhatian setelah rangkaian demonstrasi yang terjadi pada Agustus 2025 berkembang menjadi kerusuhan di sejumlah daerah.

Peristiwa tersebut menimbulkan korban jiwa dan menjadi salah satu episode paling serius dalam dinamika sosial-politik nasional tahun lalu.

Karena itu, munculnya isu aksi besar menjelang peringatan kemerdekaan tahun ini mendapat perhatian pemerintah. Namun, pemerintah meminta masyarakat tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi dan memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan normal.

Di tengah upaya menjaga stabilitas nasional tersebut, pemerintah juga mengambil langkah penting di sektor moneter. Presiden Prabowo Subianto telah mengirimkan Surat Presiden (Surpres) kepada DPR yang berisi pengajuan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur BI.

Destry saat ini menjalankan tugas sebagai pejabat sementara Gubernur BI setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatan Gubernur BI pada Juli 2026. Sebelumnya, Destry menjabat Deputi Gubernur Senior BI sejak 2019. (Reuters)

Pengajuan satu nama tersebut membuat Destry menjadi kandidat kuat untuk memimpin bank sentral. Jika mendapat persetujuan DPR, ia berpotensi menjadi perempuan pertama yang memimpin BI secara permanen. Proses selanjutnya adalah pembahasan dan uji kepatutan dan kelayakan di DPR. (Reuters)

Ekonom senior Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menilai Destry merupakan pilihan yang relatif aman bagi pemerintah maupun pasar. Destry sudah dikenal oleh pelaku pasar dan dinilai memiliki pengalaman memahami dinamika perekonomian serta kebijakan moneter.

Menurut Wijayanto, tantangan Gubernur BI berikutnya adalah mampu menavigasi perubahan ekonomi secara lebih luwes tanpa mengorbankan independensi bank sentral. Koordinasi dengan pemerintah diperlukan, tetapi BI tetap harus memiliki ruang independen dalam menjalankan mandatnya.

Peneliti LPEM FEB Universitas Indonesia, Teuku Riefky, juga menilai Destry sebagai pilihan yang baik. Pengalaman Destry di sektor perbankan, dunia akademis, serta karier panjangnya di BI menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan ekonomi ke depan.

Pasar juga merespons positif pencalonan tersebut. Reuters melaporkan rupiah menguat setelah pemerintah mengumumkan Destry sebagai calon tunggal. Pelaku pasar menilai pengalaman Destry sebagai pejabat senior BI dapat memberikan kesinambungan kebijakan moneter sekaligus mengurangi ketidakpastian setelah pengunduran diri Perry Warjiyo. 

Namun, di balik respons positif tersebut terdapat tantangan yang tidak kalah penting, yakni menjaga kredibilitas dan independensi BI. Pemerintah membutuhkan koordinasi kebijakan moneter dan fiskal untuk mendukung agenda pertumbuhan ekonomi Presiden Prabowo, sementara pasar membutuhkan kepastian bahwa BI tetap mampu mengambil keputusan secara independen.

Destry sendiri memiliki pengalaman panjang di sektor keuangan. Sebelum bergabung dengan BI, ia pernah berkarier di Citibank, Bank Mandiri, dan Mandiri Sekuritas serta pernah menjadi pejabat di Lembaga Penjamin Simpanan. Ia kemudian ditunjuk sebagai Deputi Gubernur Senior BI pada 2019. 

Dengan demikian, menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI, pemerintah menghadapi dua agenda besar sekaligus: menjaga stabilitas sosial-politik di tengah munculnya isu demonstrasi besar dan memastikan stabilitas ekonomi melalui proses pergantian kepemimpinan di bank sentral.

Kedua agenda tersebut sama-sama penting bagi pemerintahan Prabowo. Stabilitas keamanan diperlukan agar aktivitas masyarakat dan perekonomian tetap berjalan, sedangkan kepastian kepemimpinan BI dibutuhkan untuk menjaga kepercayaan pasar di tengah tantangan ekonomi dan tekanan terhadap nilai tukar rupiah.ssc



BACA JUGA