Muhammadiyah Tetapkan Ramadan 8 Februari dan Idulfitri 9 Maret 2027, Pemerintah Cantumkan Libur 10–11 Maret

POTENSI ADA PERBEDAAN

Selasa, 22/09/2026 09:46 WIB
-

-

Jakarta, sumbarsatu.com— Kalender Ramadan 1448 Hijriah mulai memiliki kepastian dari Muhammadiyah. Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah melalui Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) menetapkan 1 Ramadan 1448 H bertepatan dengan Senin, 8 Februari 2027, sedangkan 1 Syawal 1448 H atau Idulfitri jatuh pada Selasa, 9 Maret 2027.

Penetapan tersebut sekaligus menunjukkan adanya perbedaan tanggal dengan kalender hari libur nasional yang telah ditetapkan pemerintah. Dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027, pemerintah mencantumkan Rabu dan Kamis, 10–11 Maret 2027 sebagai hari libur nasional Idulfitri 1448 H.

Namun, tanggal tersebut belum dapat dipahami sebagai keputusan final pemerintah mengenai 1 Syawal. SKB yang ditandatangani Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi pada 15 September 2026 secara eksplisit menyebutkan bahwa 1 Ramadan, Idulfitri, dan Iduladha 1448 H ditetapkan melalui Keputusan Menteri Agama.

Dengan demikian, untuk sementara terdapat dua informasi tanggal yang perlu dibedakan statusnya. KHGT Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal pada 9 Maret 2027. Sementara pemerintah telah menetapkan kalender hari libur nasional Idulfitri pada 10–11 Maret 2027, tetapi penetapan resmi 1 Syawal masih mengikuti mekanisme yang diatur pemerintah.

Dalam kalender KHGT, Ramadan 1448 H dimulai pada Senin, 8 Februari 2027. Ramadan berlangsung hingga Senin, 8 Maret 2027 yang tercatat sebagai 29 Ramadan. Selanjutnya, Selasa, 9 Maret 2027 ditetapkan sebagai 1 Syawal 1448 H atau Hari Idulfitri.

KHGT juga mencatat sejumlah tanggal penting selama Ramadan, antara lain 17 Ramadan atau Nuzulul Quran yang bertepatan dengan 24 Februari 2027.

Kalender tersebut memberikan kepastian tanggal bagi warga Muhammadiyah jauh sebelum Ramadan berlangsung. Penetapan itu juga menunjukkan bahwa kalender Muhammadiyah tidak hanya mencantumkan Ramadan dan Syawal, tetapi merupakan sistem kalender yang digunakan untuk menentukan tanggal-tanggal Hijriah secara lebih luas.

Berdasarkan kalender resmi KHGT, setelah 1 Syawal pada 9 Maret, tanggal 10 dan 11 Maret masing-masing merupakan 2 dan 3 Syawal. Artinya, secara kalender Muhammadiyah, dua tanggal yang ditetapkan pemerintah sebagai hari libur nasional Idulfitri sudah masuk dalam hari kedua dan ketiga bulan Syawal.

Pemerintah Tetapkan Hari Libur, Bukan 1 Syawal

Pemerintah melalui SKB tiga menteri pada 15 September 2026 menetapkan 18 hari libur nasional dan delapan hari cuti bersama sepanjang 2027. Untuk Idulfitri, hari libur nasional dicantumkan pada 10–11 Maret 2027.

Selain itu, pemerintah menetapkan cuti bersama Idulfitri pada Selasa, 9 Maret, Jumat, 12 Maret, dan Senin, 15 Maret 2027.

Di sinilah muncul persoalan tanggal yang menarik perhatian. 9 Maret 2027 merupakan 1 Syawal menurut KHGT Muhammadiyah sekaligus tercantum sebagai salah satu hari cuti bersama pemerintah. Sementara itu, 10–11 Maret ditetapkan sebagai hari libur nasional dengan keterangan Idulfitri 1448 H.

Akan tetapi, SKB tersebut memberikan catatan penting: tanggal 1 Ramadan, Idulfitri, dan Iduladha 1448 H tetap akan ditetapkan melalui Keputusan Menteri Agama. Karena itu, daftar hari libur dalam SKB tidak dengan sendirinya menggantikan proses penetapan awal bulan Hijriah melalui mekanisme keagamaan yang diatur pemerintah.

Menunggu Sidang Isbat

Pemerintah memiliki mekanisme tersendiri dalam menentukan awal Ramadan dan Syawal. Mekanisme tersebut kini memiliki dasar hukum melalui Peraturan Menteri Agama Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Sidang Isbat.

Regulasi tersebut menyebutkan bahwa penetapan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah dilakukan melalui sidang isbat. Penentuan awal bulan didasarkan pada posisi hilal yang diketahui melalui hisab dan rukyatulhilal. Sidang isbat dilaksanakan pada 29 Syakban untuk Ramadan, 29 Ramadan untuk Syawal, dan 29 Zulkaidah untuk Zulhijah.

Sidang isbat melibatkan unsur pemerintah, ulama, organisasi kemasyarakatan Islam, ahli, serta sejumlah unsur terkait lainnya. Hasil sidang kemudian menjadi dasar bagi Menteri Agama dalam menetapkan awal bulan yang berkaitan dengan pelaksanaan ibadah tersebut.

Mekanisme itu berbeda dengan kalender yang telah ditetapkan Muhammadiyah melalui KHGT. Karena itu, tanggal 8 Februari 2027 sebagai awal Ramadan dan 9 Maret 2027 sebagai Idulfitri merupakan tanggal yang berlaku berdasarkan kalender Muhammadiyah, sementara keputusan pemerintah mengenai awal Ramadan dan 1 Syawal 1448 H masih menunggu proses resmi.

Jadwal Libur Idulfitri 2027

Sementara menunggu keputusan tersebut, masyarakat sudah dapat melihat kalender libur nasional dan cuti bersama yang ditetapkan pemerintah.

Berdasarkan SKB tiga menteri, 10–11 Maret 2027 merupakan hari libur nasional Idulfitri 1448 H. Adapun cuti bersama Idulfitri diberikan pada 9, 12, dan 15 Maret 2027.

SKB tersebut juga mengatur bahwa unit pelayanan publik seperti rumah sakit, pusat kesehatan masyarakat, layanan telekomunikasi, listrik, air minum, pemadam kebakaran, keamanan, perbankan, dan perhubungan perlu mengatur penugasan pegawai agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan selama periode libur nasional dan cuti bersama.

Dengan demikian, kalender Ramadan 1448 H saat ini memiliki dua informasi yang sama-sama penting tetapi berbeda status. Muhammadiyah melalui KHGT telah menetapkan 8 Februari 2027 sebagai 1 Ramadan dan 9 Maret 2027 sebagai 1 Syawal. Pemerintah telah menetapkan kalender libur Idulfitri pada 10–11 Maret 2027, tetapi tanggal resmi 1 Ramadan dan 1 Syawal masih menunggu Keputusan Menteri Agama.

Perbedaan tersebut baru dapat dipastikan sebagai perbedaan awal Ramadan atau Idulfitri setelah pemerintah menyelesaikan proses penetapan sesuai mekanisme sidang isbat. ssc/mn



BACA JUGA