Pelatihan Konten Kreatif dan Pemasaran Digital, UNP Dorong UMKM Anyaman Pandan Naik Kelas

Sabtu, 08/08/2026 13:40 WIB

 

Sijunjung, sumbarsatu.com--Universitas Negeri Padang (UNP) melalui Program Integrasi Prodi dan Nagari (PIPN) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat itu bertajuk Penguatan Digitalisasi melalui Pelatihan Konten Kreatif dan Pemasaran Digital bagi Pelaku UMKM.

"Pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku usaha mikro dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana promosi dan pemasaran produk lokal agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan daya saing usaha," terang Ketua Program Pengabdian Vivi Hendrita, S.P., M.Si., yang juga Dosen Program Studi Agribisnis, Departemen Agroindustri FMIPA Universitas Negeri Padang,

Kegiatan yang dilaksanakan pada 4 Agustus 2026  tersebut berlangsung di Gedung Posyandu Belaian Ibu, Jorong Pasar Gambok, Nagari Padang Laweh Selatan, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung.

Program ini diikuti 20 peserta dari Kelompok Pengrajin Anyaman Pandan "5 Jorong". Selama ini mereka memproduksi berbagai kerajinan berbahan baku daun pandan, seperti tas, tikar, tempat tisu, suvenir, dan berbagai produk anyaman lainnya yang menjadi salah satu potensi ekonomi kreatif di Nagari Padang Laweh Selatan.

Meskipun memiliki kualitas produk yang baik, sebagian besar pemasaran masih dilakukan secara konvensional sehingga pemanfaatan media digital menjadi salah satu kebutuhan utama dalam pengembangan usaha.

Dalam sambutannya, Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Kecamatan Koto VII Nurhaida mengatakan pelaksanaan Program Integrasi Prodi dan Nagari ini selaras dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kapasitas pelaku UMKM di tingkat nagari.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada pelatihan semata tetapi terus berlanjut melalui program pendampingan, sehingga pelaku UMKM mampu memanfaatkan teknologi digital secara mandiri dalam mengembangkan usaha dan memperluas jangkauan pemasaran.

Wali Nagari Padang Laweh Selatan Syahrial mengungkapkan bahwa kerajinan anyaman pandan merupakan salah satu produk unggulan masyarakat yang memiliki nilai ekonomi sekaligus menjadi bagian dari identitas budaya nagari.

"Peningkatan kemampuan pelaku UMKM dalam memanfaatkan media digital akan membuka peluang pasar yang lebih luas sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus menjaga keberlangsungan usaha kerajinan tradisional," ujarnya.

Vivi Hendrita, S.P., M.Si., menuturkan bahwa transformasi digital menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing UMKM, terutama bagi produk lokal yang memiliki keunikan dan nilai budaya.

"Produk yang berkualitas perlu didukung dengan strategi promosi yang tepat. Melalui pelatihan ini kami ingin membantu pelaku UMKM memahami bagaimana membangun identitas produk, menghasilkan konten yang menarik, serta memanfaatkan media digital untuk memperluas pasar tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal yang dimiliki produk anyaman pandan," jelasnya.

Sementara itu, materi pelatihan disampaikan oleh Tasrial Efendi dan moderator Juli Supriyanti. Peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya konten kreatif dalam pemasaran digital, mulai dari membangun konsep promosi, mengenali karakteristik target konsumen, menyusun ide konten, hingga teknik penyampaian pesan yang efektif melalui media sosial.

Tidak hanya menerima materi secara teoritis, peserta juga mengikuti praktik langsung pembuatan video promosi produk. Seperti penyusunan konsep konten, alur cerita, teknik pengambilan gambar menggunakan telepon pintar, pencahayaan dan sudut pengambilan gambar, hingga proses penyuntingan video menggunakan aplikasi yang mudah diakses oleh pelaku UMKM.

Kemudian peserta memproduksi video promosi produk anyaman pandan sebagai luaran awal yang dapat langsung dimanfaatkan untuk kegiatan pemasaran melalui berbagai platform digital.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, yang dilaksanakan melalui skema Program Integrasi Prodi dan Nagari (PIPN).

Melalui kolaborasi antara Universitas Negeri Padang, pemerintah nagari, pemerintah kecamatan, dan masyarakat diharapkan lahir ekosistem pemberdayaan UMKM yang berkelanjutan. Sehingga produk-produk unggulan daerah mampu bersaing di era digital tanpa kehilangan identitas budaya lokal yang menjadi kekuatannya. (Rel/Thendra)



BACA JUGA