Aktivitas Manufaktur Masih Ekspansif, BI Proyeksikan Kinerja Industri Menguat pada Kuartal III 2026

Sabtu, 18/07/2026 07:20 WIB
-

-

 

Jakarta, sumbarsatu.com – Bank Indonesia (BI) melaporkan aktivitas sektor manufaktur Indonesia pada kuartal II 2026 masih berada di zona ekspansif, meski mengalami perlambatan dibandingkan kuartal sebelumnya.

Berdasarkan hasil Prompt Manufacturing Index-Bank Indonesia (PMI-BI), indeks manufaktur pada kuartal II 2026 tercatat sebesar 51,43 persen, masih berada di atas ambang batas ekspansi 50 persen. Namun, angka tersebut lebih rendah dibandingkan kuartal I 2026 yang mencapai 52,03 persen, sekaligus menjadi level terendah dalam satu tahun terakhir.

Mayoritas komponen pembentuk PMI-BI masih menunjukkan kinerja ekspansif. Komponen Volume Produksi mencatat indeks 53,81 persen, diikuti Volume Persediaan Barang Jadi sebesar 53 persen, serta Volume Total Pesanan sebesar 52,77 persen.

Sementara itu, dua komponen masih berada pada fase kontraksi, yakni Kecepatan Penerimaan Barang Input yang tercatat 47,46 persen dan Jumlah Tenaga Kerja sebesar 48,65 persen.

Meski demikian, BI memperkirakan aktivitas manufaktur akan kembali menguat pada kuartal III 2026. PMI-BI diproyeksikan mencapai 52,32 persen, yang apabila terealisasi akan menjadi level tertinggi sejak kuartal I 2024 atau dalam lebih dari dua tahun terakhir.

Selain manufaktur, BI juga melaporkan kinerja kegiatan usaha pada kuartal II 2026 mengalami peningkatan dibandingkan kuartal sebelumnya. Hal itu tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) yang mencapai 12,97 persen, naik dari 10,11 persen pada kuartal I 2026.

Peningkatan tersebut didorong oleh membaiknya kinerja sejumlah lapangan usaha utama, antara lain sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan dengan SBT 1,74 persen, Pertambangan dan Penggalian sebesar 0,37 persen, serta Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 0,50 persen.

Kapasitas produksi terpakai juga meningkat menjadi 73,80 persen, dibandingkan 73,33 persen pada kuartal sebelumnya.

BI mencatat kondisi keuangan dunia usaha secara umum masih tetap baik, baik dari sisi likuiditas maupun rentabilitas, serta didukung akses pembiayaan yang relatif mudah. Hal itu tercermin dari Saldo Bersih (SB) likuiditas sebesar 15,03 persen, meskipun sedikit lebih rendah dibandingkan kuartal I 2026 yang mencapai 17,05 persen.

Memasuki kuartal III 2026, BI memperkirakan aktivitas dunia usaha masih akan tumbuh positif. Namun, Saldo Bersih Tertimbang diproyeksikan berada di level 11,75 persen, sedikit lebih rendah dibandingkan capaian kuartal II 2026.



BACA JUGA