Prabowo Luncurkan Program B50, Pemerintah Klaim Hemat Devisa Rp177 Triliun per Tahun

Sabtu, 11/07/2026 11:47 WIB
pre

pre

Karawang, sumbarsatu.com — Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan program biodiesel 50 persen (B50) di Karawang, Jawa Barat, Jumat (10/7/2026) sebagai langkah memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan implementasi B50 akan membuat Indonesia tidak lagi bergantung pada impor solar. Menurutnya, kebijakan tersebut berpotensi menghemat devisa hingga Rp177 triliun atau sekitar US$9,79 miliar per tahun.

Selain manfaat ekonomi, Airlangga menyebut program B50 juga mendukung target net zero emission dengan potensi penurunan emisi karbon setara 44 juta ton karbon dioksida (CO₂).

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan program B50 tidak hanya mengurangi impor solar, tetapi juga memperluas pasar domestik bagi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO).

Menurut Bahlil, kebutuhan CPO untuk program biodiesel diperkirakan meningkat dari 15,2 juta ton menjadi sekitar 17 juta ton per tahun.

Ia juga memperkirakan Indonesia akan mengalami surplus solar sekitar 3 hingga 4 juta ton per tahun. Surplus tersebut, kata Bahlil, selanjutnya akan diolah menjadi bahan bakar pesawat terbang atau avtur.

Pemerintah berharap implementasi B50 menjadi salah satu pilar dalam mewujudkan kemandirian energi nasional, meningkatkan nilai tambah industri sawit, serta mendukung transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan.ssc



BACA JUGA