-
Jakarta, sumbarsatu.com--Dua calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) meninggal dunia saat mengikuti pelatihan dasar militer (latsarmil).
Keduanya merupakan bagian dari 35.476 sarjana yang telah lulus seleksi sebagai calon manajer KDMP dan pengelola KNMP, serta diwajibkan mengikuti program pelatihan tersebut.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan (Kemhan), Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, mengungkapkan bahwa Yonanda Muhammad Taufiq meninggal dunia pada 17 Juni 2026 akibat cardiac arrest atau henti jantung. Saat itu, ia sedang menjalani latsarmil di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Kodiklatad, Baturaja.
Sementara itu, Anisa Muyassaroh yang mengikuti pelatihan di Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan, Kalimantan Timur, meninggal dunia pada 18 Juni 2026 akibat heat stroke.
Para peserta mulai menjalani latsarmil sejak 14 Juni 2026. Pelatihan yang berlangsung selama 45 hari tersebut dilaksanakan di 67 satuan TNI yang tersebar di seluruh Indonesia.
Program ini bertujuan memperkuat kepemimpinan, kedisiplinan, wawasan kebangsaan, serta kemampuan manajerial para calon pengelola koperasi dan kampung nelayan.
Secara administratif, para peserta berstatus pegawai di bawah BUMN PT Agrinas Pangan Nusantara. Namun, pelaksanaan dan pengendalian latsarmil berada di bawah tanggung jawab Kementerian Pertahanan.ssc