Selasa, 23/06/2026 19:46 WIB

Kolaborasi Kampus dan Komunitas di Pasaman, Limbah Pasar Disulap Jadi Peluang Ekonomi

rao

rao

Pasaman, sumbarsatu.com – Universitas Tamansiswa Padang bersama Universitas Mercu Buana Jakarta berkolaborasi dengan Komunitas RankRao Empowering Generation menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertema “Model Pengelolaan Limbah Organik Pasar Berbasis Pemberdayaan dan Komunikasi Lingkungan untuk Mendukung Pertanian Berkelanjutan dan Ekonomi Sirkular” di Nagari Taruang-Taruang Utara, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, Senin (22/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 10.00 hingga 15.00 WIB tersebut diikuti sekitar 40 peserta yang terdiri atas masyarakat, kelompok tani, perangkat nagari, mahasiswa, serta perwakilan pemerintah daerah.

Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola limbah organik pasar menjadi produk yang bermanfaat sekaligus memiliki nilai ekonomi.

Kolaborasi ini melibatkan Program Studi Agroteknologi Universitas Tamansiswa Padang, Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana Jakarta, serta Komunitas RankRao Empowering Generation sebagai mitra pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Pasaman.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari berbagai pemangku kepentingan dan dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Hasrizal, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pasaman Heri Prasetyo Wibowo, Camat Rao Asran, serta Wali Nagari Taruang-Taruang Utara Budiman Nasution.

Dalam sesi pemaparan materi, dosen Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana Jakarta, Dr. Henni Gusfa, M.Si., menjelaskan pentingnya komunikasi lingkungan dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah.

Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan ekonomi sirkular, yakni sistem yang mengubah limbah menjadi sumber daya bernilai guna dan bernilai ekonomi.

Sementara itu, dosen Agroteknologi Universitas Tamansiswa Padang, Dr. Milda Ernita, S.Si., M.P., memaparkan berbagai metode pengolahan limbah organik pasar untuk mendukung pertanian berkelanjutan.

Peserta diperkenalkan pada teknik pembuatan kompos, pupuk organik cair (POC), eco enzyme, biopori, hingga budidaya maggot sebagai alternatif pengelolaan sampah organik yang produktif.

Pendampingan teknis juga diberikan oleh dosen Program Studi Peternakan Universitas Tamansiswa Padang, Halimatuddini, S.Pt., M.P., yang menjelaskan pemanfaatan limbah organik dalam mendukung sistem pertanian dan peternakan terpadu.

Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai pengelolaan limbah yang ramah lingkungan, tetapi juga mendapatkan keterampilan praktis yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha.

Produk seperti kompos, pupuk organik cair, eco enzyme, dan budidaya maggot dinilai memiliki potensi ekonomi yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus mengurangi volume sampah.

Penyelenggara berharap sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, komunitas, dan masyarakat ini dapat menjadi model pengelolaan limbah organik yang berkelanjutan di tingkat nagari.

Selain mendukung pertanian berkelanjutan, program tersebut juga menjadi langkah konkret dalam mewujudkan ekonomi sirkular yang berkontribusi terhadap peningkatan kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan PKM ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, yang menegaskan peran akademisi dalam menghadirkan solusi nyata terhadap berbagai persoalan lingkungan dan pembangunan berbasis masyarakat.ssc

BACA JUGA