Senin, 08/06/2026 20:16 WIB

Elnusa Petrofin, Penghubung Energi Masa Kini dan Masa Depan

PT Elnusa Petrofin (EPN), anak usaha PT Elnusa Tbk (ELSA) yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina, mendukung implementasi inisiatif Green Terminal di Terminal LPG Tanjung Sekong, Cilegon, Banten.

PT Elnusa Petrofin (EPN), anak usaha PT Elnusa Tbk (ELSA) yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina, mendukung implementasi inisiatif Green Terminal di Terminal LPG Tanjung Sekong, Cilegon, Banten.

Banten, sumbarsatu.com--Di pesisir Cilegon, Banten, berdiri sebuah fasilitas yang selama ini menjadi salah satu simpul terpenting dalam rantai pasok energi nasional. Terminal LPG Tanjung Sekong bukan sekadar tempat penyimpanan gas elpiji.

Dengan kontribusi terhadap sekitar 35 hingga 40 persen kebutuhan LPG nasional, terminal ini merupakan infrastruktur strategis yang memastikan pasokan energi tetap mengalir ke jutaan rumah tangga Indonesia.

Kini, Tanjung Sekong memasuki babak baru. Terminal yang selama ini identik dengan distribusi energi konvensional tersebut menjadi lokasi percontohan integrasi energi hijau dalam rantai pasok Pertamina.

Pada 13 Februari 2026, PT Pertamina (Persero) meresmikan inisiatif Green Terminal, sebuah program transformasi yang menggabungkan standar lingkungan, teknologi rendah emisi, digitalisasi operasional, ekonomi sirkular, hingga perlindungan biodiversitas dalam satu kerangka pengelolaan yang terintegrasi.

Dalam transformasi tersebut, PT Elnusa Petrofin (EPN) memegang peran yang jauh lebih besar daripada sekadar penyedia jasa logistik. Anak usaha PT Elnusa Tbk yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina ini menjadi salah satu mata rantai penting yang memungkinkan energi hijau bergerak dari sumber produksi menuju titik pemanfaatan.

Salah satu aspek paling inovatif dari proyek Green Terminal adalah pemanfaatan Green Hydrogen atau hidrogen hijau. Energi ini diproduksi oleh PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) menggunakan sumber panas bumi di Ulubelu, Lampung. Hidrogen yang dihasilkan kemudian didistribusikan melalui sistem logistik yang dikelola Elnusa Petrofin menuju Terminal LPG Tanjung Sekong untuk dimanfaatkan sebagai bahan bakar pembangkit listrik rendah karbon.

Rantai nilai tersebut memperlihatkan gambaran utuh mengenai masa depan energi Indonesia. Energi panas bumi diolah menjadi hidrogen hijau, didistribusikan melalui jaringan logistik yang andal, lalu dikonversi menjadi listrik bersih untuk mendukung operasional terminal.

 

Pembangkit berbasis Green Hydrogen tersebut ditargetkan mampu memenuhi hingga 25 persen kebutuhan listrik operasional Tanjung Sekong sekaligus mengurangi emisi tidak langsung atau Scope 2 yang dihasilkan fasilitas tersebut.

“Keberhasilan NZE Roadmap 2060 tidak hanya ditentukan oleh inovasi di sisi produksi energi, tetapi juga oleh keandalan sistem logistik yang mampu mengantarkan energi bersih secara aman, presisi, dan berkelanjutan hingga titik pemanfaatan,” ujar Direktur Utama PT Elnusa Petrofin, Doni Indrawan.

Pernyataan tersebut menggambarkan posisi baru yang sedang dibangun Elnusa Petrofin. Selama ini perusahaan lebih dikenal sebagai ujung tombak distribusi BBM Public Service Obligation (PSO) dan program BBM Satu Harga yang menjangkau wilayah terpencil di seluruh Indonesia. Namun keterlibatan dalam proyek Green Terminal menandai transformasi strategis perusahaan sebagai penyedia layanan logistik bagi energi masa depan.

Transformasi itu tidak muncul tanpa fondasi yang kuat. Elnusa Petrofin memiliki pengalaman panjang dalam pengelolaan distribusi energi nasional, didukung sistem monitoring berbasis teknologi digital serta penerapan standar Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) yang ketat.

Kompetensi tersebut menjadi modal penting dalam menangani distribusi hidrogen, yang memerlukan tingkat keamanan, akurasi, dan pengawasan lebih tinggi dibandingkan energi konvensional.

Lebih jauh, peran Elnusa Petrofin dalam proyek ini menunjukkan kemampuannya menjembatani dua era energi sekaligus. Di satu sisi, perusahaan tetap menjalankan fungsi distribusi energi konvensional yang menjadi kebutuhan utama masyarakat. Di sisi lain, perusahaan mulai mengambil posisi strategis dalam pengembangan rantai pasok energi baru dan terbarukan.

Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina (Persero), Agung Wicaksono, menegaskan bahwa Green Terminal merupakan bagian dari implementasi Roadmap Net Zero Emission (NZE) 2060 Pertamina.

Program tersebut menjadi peta jalan perusahaan dalam meningkatkan efisiensi energi, mengurangi emisi karbon, dan mempercepat pemanfaatan energi baru terbarukan di seluruh lini bisnis.

Keistimewaan proyek Green Terminal Tanjung Sekong terletak pada kolaborasi lintas entitas dalam Pertamina Group. PT Pertamina Geothermal Energy berperan sebagai produsen energi hijau, PT Elnusa Petrofin sebagai distributor dan pengelola logistik, sementara PT Pertamina Energy Terminal menjadi pengguna akhir yang mengonversi hidrogen menjadi listrik bersih untuk operasional terminal.

Dengan kapasitas penyimpanan mencapai 98.000 metrik ton dan dermaga yang mampu melayani kapal hingga 65.000 deadweight ton (DWT), Tanjung Sekong menjadi laboratorium hidup bagi pengembangan infrastruktur energi berkelanjutan Indonesia.

Jika model ini berhasil direplikasi di berbagai terminal strategis lainnya, Indonesia akan memiliki cetak biru transisi energi yang tidak hanya berorientasi pada teknologi, tetapi juga didukung sistem logistik yang aman, efisien, dan terintegrasi.

Di tengah meningkatnya tuntutan global terhadap praktik bisnis yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan, Elnusa Petrofin memilih untuk tidak sekadar mengikuti perubahan. Perusahaan mengambil peran aktif dalam membangun fondasi rantai pasok energi bersih nasional.

Karena pada akhirnya, transisi energi bukan hanya soal menghasilkan energi yang lebih ramah lingkungan. Yang tak kalah penting adalah memastikan energi tersebut dapat sampai ke tempat yang membutuhkan.

Di titik itulah Elnusa Petrofin memainkan perannya. Tanjung Sekong bukanlah tujuan akhir, melainkan titik awal perjalanan menuju ekosistem energi bersih Indonesia.ssc

Caption Foto 1

PT Elnusa Petrofin mendukung implementasi Green Terminal di Terminal LPG Tanjung Sekong, Cilegon, Banten, sebagai bagian dari pengembangan ekosistem energi hijau dan pencapaian target Net Zero Emission 2060 Pertamina.

Caption Foto 2

Sinergi Pertamina Group dalam proyek Green Terminal memperlihatkan rantai nilai energi hijau yang terintegrasi, mulai dari produksi Green Hydrogen, distribusi logistik oleh Elnusa Petrofin, hingga pemanfaatannya sebagai sumber listrik rendah karbon di Terminal LPG Tanjung Sekong.

BACA JUGA