Kantor PWI Solok Selatan Dirusak OTK, Insan Pers Sumbar Desak Polisi Ungkap Pelaku dan Dalangnya

Rabu, 20/05/2026 06:27 WIB
Ilustrasi diciptakan akal imitasi (AI)

Ilustrasi diciptakan akal imitasi (AI)

Padang, sumbarsatu.com— Sejumlah pihak menyayangkan aksi perusakan terhadap Kantor Sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Solok Selatan yang merupakan tempat kerja para jurnalis sekaligus simbol fungsi kontrol sosial pers.

Sebelumnya, Sekretariat PWI Solok Selatan dilaporkan mengalami perusakan oleh orang tak dikenal (OTK) pada Senin (18/5/2026) pagi. Akibat kejadian tersebut, sejumlah kaca jendela kantor pecah dan beberapa fasilitas, termasuk kursi plastik berwarna biru, mengalami kerusakan.

Aksi perusakan kantor organisasi wartawan itu memantik reaksi keras dari kalangan insan pers di Sumatera Barat. Sejumlah tokoh pers mendesak aparat penegak hukum segera mengusut tuntas pelaku maupun aktor intelektual di balik aksi tersebut.

Informasi yang beredar di kalangan wartawan menyebutkan, kondisi kantor PWI Solok Selatan mengalami kerusakan cukup parah. Selain kaca pecah, peristiwa itu juga menimbulkan keresahan di tengah insan pers daerah tersebut.

Khairul Jasmi, Pemimpin Redaksi Harian Singgalang, menegaskan, tindakan perusakan terhadap kantor organisasi wartawan tidak bisa dianggap sebagai persoalan biasa. Menurutnya, aksi tersebut merupakan bentuk intimidasi terhadap kebebasan pers dan harus diusut hingga tuntas.

“Ini bukan sekadar perusakan fasilitas. Ini simbol serangan terhadap marwah pers. Aparat harus bergerak cepat mencari pelaku dan dalangnya,” tegasnya.

Nada serupa disampaikan Adrian Tuswandi. pengurus PWI, meminta solidaritas insan pers di Sumbar diperkuat agar kasus tersebut tidak berlalu tanpa penyelesaian hukum yang jelas.

“Kalau peristiwa seperti ini dibiarkan, intimidasi terhadap wartawan akan terus berulang. PWI dan seluruh organisasi pers harus bersatu mengawal kasus ini,” ujarnya.

Sementara itu, Revdi Iwan Syahputra, Pemimpin Redaksi Harian Rakyat Sumbar menilai tindakan perusakan kantor wartawan merupakan ancaman nyata terhadap demokrasi dan kebebasan berekspresi.

Desakan serupa juga disampaikan Emil Mahmudsyah, Pemimpin Redaksi kalibrasi.com. Ia meminta aparat kepolisian segera mengambil langkah konkret agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Di tengah reaksi keras tersebut, sejumlah wartawan di Sumatera Barat mulai mendorong aksi solidaritas apabila proses hukum berjalan lamban. Seruan untuk menyatukan langkah insan pers Sumbar pun menguat sebagai bentuk perlawanan terhadap segala bentuk intimidasi terhadap wartawan dan organisasi pers.

Kondisi Kantor PWI Solok Selatan

Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah bagian kantor mengalami kerusakan. Pintu belakang sekretariat PWI diduga pernah dicongkel oleh pelaku.

Selain itu, tiga kaca jendela bagian depan kantor tampak pecah dan serpihannya berserakan di lantai. Pintu kayu kantor juga mengalami kerusakan pada bagian kunci dan kusen yang diduga akibat upaya pembobolan paksa menggunakan benda keras.

Hingga kini, identitas pelaku maupun motif perusakan masih belum diketahui. Pengurus PWI Solok Selatan telah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Solok Selatan untuk diproses lebih lanjut.

Ketua PWI Solok Selatan, Hendrivon, berharap pihak kepolisian segera menindaklanjuti laporan tersebut. Menurutnya, aparat sebelumnya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan dari sejumlah saksi.

Polisi juga masih menyelidiki rekaman CCTV di sekitar lokasi guna mengidentifikasi pelaku perusakan.

“Laporan atas kasus perusakan fasilitas Sekretariat PWI Solok Selatan masih dalam penanganan aparat berwenang,” ujar Hendrivon.

Ia menegaskan, apabila aksi perusakan seperti ini tidak ditindak tegas, maka pelaku akan semakin berani melakukan intimidasi terhadap organisasi pers.

Sejauh ini, kalangan wartawan yang tergabung dalam PWI juga mendesak Kapolres Solok Selatan segera mengungkap dan menangkap para pelaku.ssc



BACA JUGA