Jum'at, 10/04/2026 06:08 WIB

Pemkab Pasaman Barat Evaluasi Statistik Sektoral 2026, Targetkan Predikat “Baik”

9

9

 
Pasbar, sumbarsatu.com—Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat menggelar rapat koordinasi evaluasi penyelenggaraan statistik sektoral tahun 2026 untuk memperkuat implementasi Satu Data Indonesia yang akurat dan terintegrasi. Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pasaman Barat di Aula Ruang Rapat Sekretaris Daerah, Kamis (9/4/2026).
 
Rapat dibuka Bupati Pasaman Barat, Yulianto, melalui Asisten Bidang Administrasi Umum, Harlina Syahputri. Turut hadir Kepala BPS Pasaman Barat, Dwi Susanti, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Muharram, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH), Afdal, serta perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
 
Dalam rapat tersebut dibahas persiapan Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) Tahun 2026. Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat menargetkan peningkatan nilai Indeks Pembangunan Statistik (IPS) dari 2,49 (predikat “Cukup”) pada 2024 menjadi minimal 2,6 (predikat “Baik”) pada 2026.
 
Harlina Syahputri menyampaikan bahwa pencapaian target tersebut membutuhkan komitmen seluruh OPD dalam menyediakan data yang berkualitas.
“Target evaluasi ini diharapkan mencapai predikat ‘Baik’. Hal ini bergantung pada kualitas data yang dimiliki. Untuk itu, diperlukan koordinasi dan kerja sama maksimal antarperangkat daerah,” ujarnya.
 
Ia menambahkan, salah satu komponen penting dalam evaluasi adalah ketersediaan data terstandar dan metadata yang valid agar mudah dibagipakaikan antarinstansi. Kolaborasi lintas sektor juga menjadi kunci dalam menghasilkan data yang akurat dan terintegrasi.
 
Evaluasi tahun 2026 akan berfokus pada dua perangkat daerah, yakni Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura serta Dinas Perkebunan dan Peternakan sebagai lokus penilaian.
 
Untuk mendukung pelaksanaan evaluasi, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat telah membentuk Tim Penilai Internal (TPI) yang melibatkan lintas instansi, di antaranya Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Komunikasi dan Informatika, serta BPS.
 
Sementara itu, Kepala BPS Pasaman Barat, Dwi Susanti, menekankan pentingnya kolaborasi antara wali data dan sekretariat dalam mendukung pembangunan berbasis data. Menurutnya, BPS sebagai pembina statistik sektoral akan terus memberikan pendampingan guna meningkatkan nilai IPS Pasaman Barat.
 
“BPS akan menyusun jadwal pembinaan serta memberikan bimbingan teknis kepada perangkat daerah terkait data yang akan dievaluasi, sehingga kualitas data yang dihasilkan semakin baik dan terstandar,” jelasnya. (Ssc/nir)

BACA JUGA