Tifauzia Tyassuma atau yang akrab disapa Dokter Tifa
Jakarta, sumbarsatu.com — Dokter sekaligus aktivis kesehatan, Tifauzia Tyassuma atau yang akrab disapa Dokter Tifa, membantah berbagai spekulasi yang beredar terkait absensinya dalam sejumlah agenda publik beberapa hari terakhir. Pernyataan tersebut disampaikan melalui akun X pribadinya, Kamis (19/3/2026).
Dalam keterangannya, Tifa menjelaskan bahwa ketidakhadirannya dalam berbagai undangan media dan acara publik disebabkan karena dirinya tengah menjalani iktikaf pada 10 hari terakhir Ramadan, sebagaimana rutinitas yang ia lakukan setiap tahun.
“Ternyata absennya saya pada beberapa acara menimbulkan rumor dan spekulasi luar biasa. Padahal saya sedang fokus ibadah dan tidak menghadiri undangan,” tulisnya.
Ia menyoroti munculnya spekulasi yang berkembang di publik, termasuk pernyataan seorang pengacara yang menyebut adanya tersangka yang diduga “berpindah sikap”. Menurutnya, pernyataan tersebut memicu kegelisahan publik dan memperkeruh situasi.
Bahkan, Tifa mengungkapkan sempat beredar isu bahwa dirinya diam-diam pergi ke Solo untuk meminta pengampunan kepada sosok yang disebut sebagai “raja Jawa”. Ia dengan tegas membantah kabar tersebut.
“Saya aman di Jakarta Selatan, bolak-balik rumah dan kampus Salemba untuk mengurus riset S3. Bukan ke Solo,” ujarnya.
Selain klarifikasi, Tifa juga menyampaikan pandangan kritisnya terhadap dinamika kekuasaan dan situasi nasional. Ia menilai praktik kekuasaan masih digunakan untuk menekan pihak-pihak tertentu, termasuk kalangan akademisi.
“Saya melihat bagaimana kekuasaan, bahkan setelah tidak lagi menjabat, masih digunakan untuk menekan dan menghancurkan reputasi,” tulisnya.
Menurutnya, persoalan yang berkembang saat ini sebenarnya sederhana dan dapat diselesaikan dengan keterbukaan. Namun, yang terjadi justru sebaliknya—masalah menjadi berlarut-larut dan menguras energi publik.
Ia juga menyinggung posisi aparat penegak hukum yang dinilai menghadapi tantangan dalam pembuktian, tetapi tetap berharap profesionalisme dan integritas tetap dijaga.
Di sisi lain, Tifa mengkritik munculnya pihak-pihak yang disebutnya sebagai “pengiring kepentingan” yang justru memperkeruh situasi demi keuntungan pribadi. Tifa menegaskan akan tetap konsisten memperjuangkan apa yang diyakininya sebagai kebenaran tanpa kompromi.
“Perjuangan ini mungkin tidak mudah. Namun saya percaya, kebenaran tidak membutuhkan keramaian, ia hanya membutuhkan keteguhan,” pungkasnya.ssc/mn