Menaker Yassierli: Hubungan Industrial Harus Dibangun atas Kepedulian, Bukan Sekadar Formalitas

Kamis, 19/03/2026 11:49 WIB
men

men

 

Jakarta, sumbarsatu.com— Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan bahwa hubungan industrial yang sehat harus dibangun atas dasar kepedulian antara manajemen dan pekerja, bukan sekadar pemenuhan hak normatif. Hal itu disampaikannya saat melepas program mudik gratis pekerja PT Pamapersada Nusantara di Jakarta Timur, Rabu (18/3/2026).

Menurut Yassierli, hubungan industrial tidak cukup hanya mengatur soal upah dan aturan kerja. Lebih dari itu, dibutuhkan keterlibatan emosional dan kepedulian timbal balik agar perusahaan tumbuh kuat dan pekerja merasa dihargai.

“Hubungan antara manajemen dan pekerja harus seperti dua roda gigi. Jika bergerak bersama, perusahaan bisa melaju lebih cepat,” ujarnya.

Ia menilai program mudik gratis bukan sekadar fasilitas transportasi, melainkan bentuk nyata kepedulian perusahaan terhadap pekerja, terutama dalam momen penting seperti Lebaran. Program tersebut memungkinkan pekerja pulang kampung dengan aman dan nyaman untuk berkumpul bersama keluarga.

“Ini menunjukkan dunia usaha tidak hanya fokus pada target kerja, tetapi juga peduli pada kebutuhan pekerja. Pemerintah tentu mendukung program seperti ini,” katanya.

Selain itu, Yassierli juga menyoroti pentingnya keselamatan selama arus mudik. Ia menyebut faktor utama kecelakaan berasal dari kondisi kendaraan dan kesiapan pengemudi. Karena itu, kesehatan fisik dan mental pengemudi harus menjadi perhatian serius.

Melalui kerja sama dengan Perhimpunan Ergonomi Indonesia dan sejumlah perguruan tinggi, Kementerian Ketenagakerjaan melakukan pemeriksaan terhadap pengemudi dan kernet di enam wilayah. Pemeriksaan meliputi tes kesehatan dan uji kewaspadaan berbasis komputer.

“Kami memiliki alat untuk mengukur tingkat kewaspadaan pengemudi hanya dalam waktu sekitar lima menit,” jelasnya.

Ia menambahkan, rendahnya kewaspadaan pengemudi umumnya disebabkan kurangnya waktu istirahat. Banyak pengemudi hanya tidur dua hingga tiga jam sebelum bertugas, yang berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan.

Karena itu, Yassierli mengimbau seluruh pengemudi angkutan umum untuk memastikan kondisi tubuh tetap prima dan waktu istirahat tercukupi demi keselamatan penumpang selama perjalanan mudik.



BACA JUGA