Selasa, 3 Februari, Teater Balai Hadirkan “Physical of Roggiang” di Festival Tanggal 3 Nan Jombang

Senin, 02/02/2026 21:26 WIB
-

-

 

Padang, sumbarsatu.com— Festival Tanggal 3 Nan Jombang edisi Februari ini kembali menjadi ruang pertemuan antara tradisi dan tafsir kontemporer. Teater Balai Bukittinggi akan mementaskan karya bertajuk Physical of Roggiang, sebuah pertunjukan teater yang berangkat dari seni tradisi ronggiang Pasaman, Selasa, 3 Februari 2026, di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang.

Pertunjukan berdurasi sekitar 35 menit ini disutradarai oleh Iwan Kuncup (Ahmad Ri dwan Fadjri), dengan Yeni Wahyuni (Aen) sebagai pemimpin produksinya.

Menurut Iwan Kuncup, gagasan pertunjukan Physical of Roggiang berangkat dari seni tradisi roggiang (ronggeng) yang tumbuh dan berkembang dengan di  Pasaman.

“Ronggiang  merupakan seni pertunjukan rakyat yang tumbuh di tengah masyarakat Pasaman, Sumatera Barat. Kesenian ini lahir dari perjumpaan sejarah pada masa kolonial, ketika sejak 1931 ribuan penduduk Jawa ditransmigrasikan ke Pasaman untuk menjadi buruh perkebunan sawit. Dari perjumpaan itulah ronggeng Jawa berakulturasi dengan budaya Minangkabau dan dikenal sebagai ronggiang—hiburan rakyat bagi buruh setelah hari-hari panjang bekerja,” kata Iwan Kuncup.

Namun dalam sistem adat Minangkabau, perempuan tidak diperkenankan tampil di ruang publik hingga larut malam. Konsekuensinya, peran perempuan dalam ronggiang digantikan oleh laki-laki. Sosok ini dikenal sebagai Gadih Bujang—lelaki yang berdandan, melenggok, dan memerankan tokoh perempuan di atas panggung.

“Di sinilah konflik bermula. Tubuh Gadih Bujang menjadi medan tarik-menarik antara adat, agama, identitas, dan eksistensi,” tambahnya.

Tubuh sebagai Ruang Dilema

Pertunjukan  Physical of Roggiang yang diusung Teater Balai tidak sekadar menghadirkan ulang ronggiang sebagai bentuk hiburan rakyat, melainkan membacanya sebagai pengalaman tubuh yang politis dan eksistensial. Tubuh diposisikan sebagai ruang ingatan, tempat sejarah, iman, dan adat saling mengapit.

“Gadih Bujang mulai berkelana dalam ruang eksistensi. Bertanya pada nurani saat tubuhnya melenggang. Ada sesuatu yang terhunus di jantungnya, namun tidak meninggalkan bekas pada tubuh. Sesuatu itu justru menggerogoti jauh lebih dalam,” papar Iwan Kuncup.

Garapan ini menggunakan pendekatan teater fisik, dengan tubuh sebagai medium utama penyaluran emosi dan makna. Para aktor meriset gerak tradisional ronggiang, lalu mengembangkannya menjadi bahasa tubuh kontemporer yang intens dan simbolik.

Pertunjukan ini melibatkan empat performer, yaitu Rahmat Pangestu Hidayat, Ravi Razak, Fajar Eka Putra, dan Wahyu Ardiansyah. Tata artistik ditangani oleh Rifky Ananda, dengan Mezi Mezi sebagai asisten pimpinan produksi. Musik digarap oleh Dri Astria, yang mengolah idiom musik ronggiang ke dalam lanskap bunyi kontemporer.

Menurut Angga Mefri, Direktur Festival Nan Jombang, apa yang dikerjakan Teater Balai dalam kerja kreatif dan budayanya, beririsan dengan konsepsi, visi dan landasan kuratorial Festival Nan Jombang Tanggal 3.

“Kita berpandangan bahwa seni tradisi ronggiang kian terpinggirkan dan hanya menyisakan sedikit maestro di Pasaman Barat. Karena itu, Physical of Roggiang diposisikan sebagai upaya merawat tradisi melalui bahasa teater kontemporer,” jelas Angga Mefri, Senin, 2 Februari 2026.

Ia menilai, ronggiang mulai ditinggalkan. Lewat pertunjukan ini, Teater Balai mencoba mengembalikan eksistensinya sebagai seni pertunjukan dengan pendekatan yang relevan dengan masyarakat hari ini.

Festival Nan Jombang Tanggal 3 sudah berlangsung sejak tahun 2013 setiap bulan pada tanggal 3 tanpa pernah terhenti. Sudah ribuan seniman dan pelaku seni yang tampil di perhelatan ini. Selain ini, juga ada KABA Festival setiap tahunnya. biasanya dilaksanakan pada bulan November persis berdirinya Nan Jombang Dance Company pada 1 November 1983.

“Festival Nan Jombang Tanggal 3 didukung penuh Bakti Budaya Djarum Foundation dan juga berbagai pihak yang mengapresiasi, baik kalangan seniman, budayawan, maupun komunitas-komunitas,” jelas Angga Mefri. ssc/mn



BACA JUGA