Keluarga Desak Polisi Ungkap Tuntas Kematian Pensiunan Guru di VII Koto Talago, Indikasi Pembunuhan Menguat

Minggu, 21/12/2025 11:48 WIB
Polisi melakukan olah TKP tempat ditemukannya seorang pensiunan guru yang tewas di halaman rumhanya di kawasan VII Koto Talago, Kecamatan Guguak, Kabupaten Lima Puluh Kota, Jumat (19/12/2025) foto posmetropadang

Polisi melakukan olah TKP tempat ditemukannya seorang pensiunan guru yang tewas di halaman rumhanya di kawasan VII Koto Talago, Kecamatan Guguak, Kabupaten Lima Puluh Kota, Jumat (19/12/2025) foto posmetropadang

VII Koto Talago, sumbarsatu.com — Keluarga besar LI (61), pensiunan guru yang ditemukan meninggal dunia di kediamannya di Jorong Talago, Kenagarian VII Koto Talago, Kecamatan Guguak, Kabupaten Lima Puluh Kota, mendesak kepolisian mengusut tuntas kasus kematian korban yang dinilai sarat kejanggalan dan kuat mengarah pada pembunuhan.

Anak korban, Adif Putra Zodia, mengaku terpukul atas kepergian ibunya yang ditemukan meninggal dalam kondisi mengenaskan saat hendak melaksanakan salat subuh. Menurutnya, peristiwa tersebut terjadi pada waktu dan situasi yang seharusnya aman.

“Kami memberikan kepercayaan penuh kepada Bapak Kapolres Lima Puluh Kota beserta jajaran Satreskrim untuk mengusut tuntas kasus ini. Kami berharap motif dan pelaku di balik kematian almarhumah bisa segera terungkap,” kata Adif kepada wartawan, Minggu (21/12/2025).

Adif menegaskan pihak keluarga menduga ibunya merupakan korban pembunuhan murni. Dugaan tersebut diperkuat oleh tidak adanya barang berharga yang hilang dari korban.

“Tidak ada barang berharga yang diambil. Karena itu kami meyakini ini pembunuhan. Kami memohon hukum ditegakkan seadil-adilnya dan akan terus mengawal kasus ini hingga pelaku mendapat hukuman setimpal,” ujarnya.

Sebelumnya, LI ditemukan tewas di halaman rumahnya pada Jumat (19/12/2025) pagi. Kapolres Lima Puluh Kota, AKBP Syaiful Wahid, membenarkan peristiwa tersebut dan menjelaskan kronologi awal kejadian.

Menurut Syaiful, sekitar pukul 04.20 WIB, suami korban berinisial YZ (62) meninggalkan rumah untuk melaksanakan salat subuh di masjid. Korban saat itu berada sendirian di rumah dan berencana menyusul ke masjid.

“Sekitar pukul 05.20 WIB, suami korban kembali ke rumah dan mendapati sekring listrik dalam kondisi mati. Setelah listrik dinyalakan, saksi lain bernama Risnal yang datang untuk menjemput tas melihat korban sudah terbaring di halaman rumah dalam posisi mengenakan mukena ungu,” ujar Syaiful saat dihubungi, Sabtu (20/12/2025).

Saat ditemukan, korban sudah tidak bergerak dengan kondisi wajah berlumuran darah. Saksi kemudian berteriak meminta pertolongan warga dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Guguak sekitar pukul 06.45 WIB.

Petugas dari Satreskrim dan Satintelkam Polres Lima Puluh Kota segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sejumlah barang bukti diamankan, di antaranya mukena ungu, tisu berlumuran darah, satu buah anting emas, serta tas sandang berisi uang tunai dan obat-obatan milik korban.

Berdasarkan pemeriksaan medis awal oleh Dokter Yobi dari Puskesmas Padang Kandis, ditemukan indikasi kuat adanya kekerasan pada tubuh korban.

Terdapat luka terbuka yang diduga akibat hantaman benda tajam di bagian dahi, dagu, telinga, dan bibir. Selain itu, ditemukan luka memar pada bagian dada serta kedua tangan korban.

Hingga kini, kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengungkap motif dan mengidentifikasi pelaku. Kasus ini menyita perhatian warga setempat dan menambah daftar kekerasan serius yang menuntut pengungkapan cepat dan transparan oleh aparat penegak hukum. ssc/rel


Lebaran

BACA JUGA