Kolaborasi musisi multi-etnik dan tarian tentang perempuan Minangkabau, “Piring Bernyanyi: Migrasi Perempuan dari Dapur ke Ruang Tamu”, akan merayakan pembukaan Galanggang Arang Sawahlunto, 1 Desember 2023, bertempat di pelataran Museum Goedang Ransoem.
Sawahlunto, sumbarsatu.com—Galaganggang Arang #8 Sawahlunto Warisan Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto (WTBOS) akan menampilkan kolaborasi musisi multi-etnik dan tarian tentang perempuan Minangkabau, “Piring Bernyanyi: Migrasi Perempuan dari Dapur ke Ruang Tamu”, merayakan pembukaan Galanggang Arang Sawahlunto, 1 Desember 2023, pukul 20.00 di pelataran Museum Goedang Ransoem, Sawahlunto.
Galanggang Arang #8 Sawahlunto yang dimulai sejak Jumat 1 Desember hingga Minggu 3 Desember 2023 yang dipusatkan di Kota Sawahlunto juga menampilkan talempong batuang sebagai pertunjukan kehormatan terhadap seni sudah terdaftar sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia, serta penampilan kelompok musisi perempuan Sawahlunto, “Srikandi”.
Menurut Edy Utama, kurator Galanggang Arang WTBOS 2023, pertunjukan pembukaan “Piring Bernyanyi: Migrasi Perempuan dari Dapur ke Ruang Tamu”, kolaborasi antardisiplin seni dan dukungan multimedia (soundscape) dengan narasi puitis tentang perempuan dan kereta api, sebagai respons dan pembacaan seniman terhadap properti tinggalan warisan budaya dunia WTBOS.
“Piring Bernyanyi: Migrasi Perempuan dari Dapur ke Ruang Tamu” merupakan pertunjukan kolaborasi yang ditampilkan dalam pembukaan Galanggang Arang #8 Sawahlunto WTBOS. Ending pertunjukan “Piring Bernyanyi” ini ialah semua semua penonton akan ikut memukul piring dengan pola ritim yang sudah dipersiapkan. Di bagian ini tentu sangat menarik,” kata Edy Utama, yang juga sebagai penanggung jawab kegiatan ini kepada sumbarsatu, Jumat 1 Desember 2023.
Edy Utama menjelaskan, garapan pertunjukan “Piriang Bernyanyi” merupakan sebuah konsep budaya masyarakat Minangkabau yang berangkat dari budaya agraris. Budaya agraris Minangkabau yang bertumpu pada sistem kekerabatan matrilineal. Ruang dapur memiiki peran pentng dalam budaya gastrnomi yang umumnya dilakoni kaum perempuan.
“Namun perubahan yang terjadi dalam masyarakat Minangkabau, misalnya akibat munculnya transportasi kereta api telah mendorong terjadinya mobilitas warga tsehingga melahirkan perkembangan baru, yang belum pernah terjadi sebelumnya. Para perempuan Minangkabau yang pada masa sebelumnya lebih banyak berkutat di dapur (ruang domestik) mulai melakukan migrasi budaya, dan tampil di ruang-ruang publik yang dalam konteks karya ini yang kita sebut “Ruang Tamu,” urai Edy Utama, yang juga seorang budayawan Minangkabau ini.
Pertunjukan ini merupakan gagasan dari Edy Utama dan didukung oleh penari-penari dari Institut Seni Indonesia Padang Panjang. Musiknya dirancang oleh Komunitas Talago Buni dengan pembuat soundscape Taufik Adam. Sedangkan Emri bertindak sebagai koreografer.
Galanggang Arang #8 Sawahlunto WTBOS yang dipusatkan di kawasan properti tinggalan tambang baru bara Ombilin Sawahlunto dengan moto “Anak Nagari Merayakan Warisan Dunia, juga akan menghadirkan seni tradisi khas telempong batuang, kuda kepang, randai, music, makan bajamba dan pameran foto.
Galanggang Arang #8 Sawahlunto WTBOS akan dibuka secara resmi Penjabat Wali Kota Sawahlunto, dan akan dihadiri Sekretaris Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kemendikbudristek, tokoh masyarakat, seniman dan budayawan, serta masyarakat umum.
Galanggang Arang: “Anak Nagari Merayakan Warisan Dunia” diselenggarakan Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kemendikbudristik RI, dengan dukungan Pemerintah Kota Sawahlunto, PT. Bukit Asam dan PT. Kereta Api Indonesia, serta berbagai komunitas budaya di Sumatera Barat. Program ini telah diawali dengan peluncuran (kick off) program di Padang 19 Oktober 2023 lalu.
WTBOS adalah salah satu Warisan Dunia dari Indonesia, yang telah ditetapkan UNESCO pada 6 Juli 2019, karena dianggap memiliki sejarah dan ilmu pengetahuan yang sangat penting bagi peradaban pada masa itu.
WTBOS terbagi dalam tiga zona utama. Dua zona lainnya seperti zona A meliputi kawasan industri tambang batubara Kota Sawahlunto dan Zona C meliputi kawasan penampungan batubara (Silo Gunung) di pelabuhan Teluk Bayur.
Sawahlunto merupakan titik (lokus) kedelapan dari rangkaian kegiatan Galanggang Arang yang telah dilaksanakan berturut-turut di Stasiun Kereta Api Padang Panjang, Durian Gadang, Sijunjung, Pasar Pitalah Bungo Tanjung, Tanah Datar, Stasiun Kacang, Kabupaten Solok, dan Stasiun Kereta Api Kayutanam, dan akan berakhir 15-16 Desember di Stasiun Kereta Api Kota Solok.
“Rangkaian Galanggang Arang: “Anak Nagari Merayakan Warisan Dunia” yang sedang kita laksanakan, merupakan salah satu upaya untuk tetap menjaga, melestarikan, melindung dan memanfaatkan Warisan Dunia, yang telah menjadi milik dunia ini, karena di dalamnya ada sejarah peradaban, sejarah ilmu pengetahuan dan kearifan lokal yang penting bagi kemajuan kebudayaan kita,” kata Irini Dewi Wanti, Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan , Kemendikbudristek. SSC/MN
