
SD di Malalak
Malalak, sumbarsatu.com—Malalak sebagai kecamatan termuda di Kabupaten Agam, kini memiliki organisasi pemuda peduli pendidikan, yang menamakan diri mereka “BERGEMA.”
Menurut Camat Malalak, Hamezi, Bergema merupakan organisasi pemuda yang tumbuh dari bawah. Yang mendasari berdirinya organisasi itu, antara lain masih banyaknya keluarga kurang mampu, yang tidak mampu menyekolahkan putra-putri mereka sampai ke tingkat perguruan tinggi.
“Di antara anak keluarga kurang mampu tersebut, terdapat anak berprestasi,” ujarnya, Senin (29/2/2016).
Bergema lahir untuk membantu mencarikan jalan keluar, agar anak berprestasi dari keluarga kurang mampu bisa bersekolah setinggi tingginya.
Organisasi pemuda yang baru berdiri itu dipimpin Dedi Dt. Rajo Api. Menurutnya, ketika dihubungi via ponselnya, Senin (29/02/2016) malam, seluruh generasi muda Malalak sudah menyatakan siap menjadi relawan untuk Bergema. Mereka menyatakan siap untuk mendukung peningkatan pembangunan pendidikan di Kecamatan Malalak.
“Bergema itu singkatan dari beras genggam masyarakat. Beras genggam itu akan kami kumpulkan sekali lima belas hari,” ujarnya.
Untuk tahap awal,Bergema baru memiliki kegiatan pengumpulan beras genggam dari masyarakat Malalak. Beras genggam tersebut dikumpulkan kaum ibu ketika akan memasak. Setiap akan memasak, mereka menyisihkan segenggam beras ke suatu tempat, untuk mendukung gerakan pemuda tersebut. Makanya disebut beras genggam.
“Kaum ibu pun sudah menyatakan siap mendukung gerakan beras genggam untuk pendidikan tersebut. Kami berharap dukungan dari berbagai pihak,seperti ari pemerintah, dan para dermawan, serta perantau,” ujarnya pula.
Yang menjadi keprihatinan Dedi dan kawan-kawan adalah belum adanya SMA di Malalak. Kondisi demikian menyebabkan para siswa tamatan SMP mesti bersekolah ke luar Malalak.
Malalak merupakan satu-satunya kecamatan di Kabupaten Agam,yang belum memiliki SMA atau sederajad. Namun,menurut Harmezi, ada paket pembangunan SMA baru ditawarkan ke Malalak. Kini pihaknya,bersama masyarakat Malalak sedang mencari lokasi yang pas.
“Ada dua lokasi calon tempat pembangunan SMA tersebut. Kami sedang berupaya, agar lokasi yang disediakan nantinya memenuhi syarat,” ujarnya. (MSM)