Jelang Penutupan, Panggung Pekan Nan Tumpah 2025 Tetap Hidup dengan Tari, Film, dan Teater

Jum'at, 29/08/2025 17:01 WIB

 

Padang, sumbarsatu.com— Satu hari menjelang penutupan Pekan Nan Tumpah 2025, berbagai agenda seni dan pertunjukan masih tersaji untuk menghibur para pengunjung. Rangkaian acara dimulai sejak pagi hingga malam hari.

Pameran dibuka pada pukul 10.00 WIB, dilanjutkan dengan pelatihan “Membuat Gelang Tali Giok dan Strap HP” bersama komunitas Pelita Padang dan HWDI. Secara bersamaan, Manajemen Talenta Nasional (MTN) menampilkan pertunjukan TJDM Performance berjudul “Tentang Jika dan Maka.”

Memasuki sore hari, Panggung Eksibisi menghadirkan penampilan dari SMA Negeri 2 Batang Anai dengan tari “Manimbo Aia” pada pukul 16.00 WIB. Pertunjukan berlanjut dengan “Tari Kreasi Nias” oleh Keluarga Besar Mendrofa Padang (KBMP).

Setelah jeda istirahat, agenda malam dimulai pukul 19.00 WIB dengan pemutaran film. Pada pukul 20.00 WIB, kelompok seni Bandar Kertas Buram membawakan karya berjudul “Trikona Resonansia.”

Sebagai penutup hari keenam, kelompok Kata Gerak tampil dengan pertunjukan “Hamparan Kain Jemuran dalam Suatu Perjalanan.”

Sehari sebelumnya, rangkaian Pekan Nan Tumpah 2025 diisi dengan pelatihan Turuk Laggai oleh Komunitas Sinuruk Mattaoi pukul 13.30 WIB. Acara dilanjutkan dengan gelar wicara “Ikon Inspirasi: Kolaborasi Seni Lintas Media” bersama Siko Setyanto dari MTN pukul 14.00 WIB.

Acara tersebut menghadirkan 100 peserta yang mendengarkan kisah perjalanan kreatif Siko sejak kecil hingga kini.

Namun, hujan deras pada sore hari membuat Panggung Eksibisi terpaksa dipindahkan ke panggung belakang. Meski demikian, antusiasme penonton tidak surut.

Pada pukul 16.00 WIB, SMA Negeri 1 Lubuk Sikaping tampil dengan pertunjukan “Bulek Kato Anak Nagari,” disusul pertunjukan tonil “Murat-Marit Asik” dari Grup Tonil Bahasa Tangsi Sikalang.

Agenda malam sedikit terkendala karena lokasi pemutaran film basah akibat hujan, sehingga acara tersebut dibatalkan. Pukul 20.00 WIB, pertunjukan seni dibuka oleh Kurniadi Ilham dengan karya “Dukhakala Vol. 2,” lalu dilanjutkan dengan “Nilam Sati” dari kelompok Kamarkost.

Koordinator Ruangtemu untuk Panggung Eksibisi, Tenku Raja, menyampaikan bahwa hujan pada hari kelima menjadi pengalaman pertama selama penyelenggaraan Pekan Nan Tumpah 2025.

“Kami memang sedikit terkejut, tetapi sudah menyiapkan rencana cadangan untuk menghadapi gangguan tak terduga. Yang menarik, meskipun hujan turun, penonton tetap bertahan dan menikmati pertunjukan yang disajikan,” ujarnya. ssc/ivan



BACA JUGA