Jum'at, 29/08/2025 16:56 WIB

Biaro Kekeringan, Respons Pemkab Agam Lamban

Agam, sumbarsatu.com-Jorong Biaro, Nagari Biaro Gadang, Kecamatan Ampek Angkek alami kekeringan sebagai dampak kemarau panjang.

Setidaknya, 200 KK terdampak, terutama sejak pertengan Agustus 2015. Kondisi itu dibenarkan Camat Ampek Angkek, Rahmat Fajri,kepada wartawan, Jumat (29/8/2025).

Pemerintah Jorong Biaro, dan Nagari Biaro Gadang, telah berupaya meminta bantuan Pemkab. Agam melalui BPBD Agam, namun sampai Jumat (29/8/2025) siang, permintaan itu belum mendapat respons.

Perhatian dan kepedulian Pemkab.Agam “semakin melemah”, padahal warga sudah berteriak meminta bantuan penyediaan air bersih, baik untuk kepentingan konsumsi harian, maupun untuk kebutuhan pertanian.

Malah pihak PMI Bukittinggi yang bergerak cepat membantu suplai air bersih, dengan menurunkan air khusus yang disambut suka cita warga setempat.

Menurut informasi, Camat Ampek Angkek juga sudah menyampaikan surat perminttan bantuan pada Pemkab Agam, namun hingga saat ini harapan warga untuk mendapatkan suplai air bersih untuk kebutuhan harian dari pemerintah masih belum terjawab dengan tuntas.

Sesuai surat laporan dan permohonan bantuan yang disampaikan Wali Nagari Biaro Gadang, dampak kekeringan yang terjadi sejak pertengahan Agustus lalu itu, selain menyebabkan 200 KK terdampak, juga areal persawahan penduduk mengalami kekeringan.

Pemerintah nagari sudah mengajukan permohonan bantuan 10 bak penampungan air bersih dan pasokan air bersih minimal 30.000 liter/hari, sampai kondisi stabil.

Sementara, informasi dari BPBD Agam hingga Jumat siang, masih belum diperoleh respon terkait dengan upaya penanganan dan langkah-langkah yang dilakukan Pemkab.Agam untuk membantu warga yang terdampak kekeringan tersebut. (MSM)

BACA JUGA