Situs pelabuhan Tiku
Agam, sumbarsatu.com—“Pembangunan Pelabuhan Perikanan di Tiku, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, semula direncanakan dengan Dana Tugas Pembantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan,” ungkap Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Agam, Ermanto, S.PI, M. Si, Kamis (5/11) di ruang kerjanya.
Namun, sesuai dengan kebijakan Pusat, pembangunannya dalihkan ke Dana Bantuan Infrastruktur. Menurut informasi,setiap daerah akan kebagian Rp100 miliar, tahun 2016.
“Menurut rencana, pembangunan pelabuhan dimaksud dilaksanakan 2016, dengan dana tugas pembantuan, namun aturan berubah kini. Semoga daerah berkenan menyisihkan dana infrastruktur tersebut untuk pembangunan pelabuhan perikanan,” ujarnya.
Sementara para nelayan Tiku, terutama pemilik kapal tangkap, berharap pembangunan pelabuhan tersebtu cepat terealisasi. Karena mereka sangat membutuhkan tempat yang aman dari serangan badai, untuk melabuhkan kapal mereka.
“Sudah banyak kapal bagan yang hancur, karena tidak memiliki tempat yang aman untuk sandar,” ujar salah seorang awak bagan, yang mengaku bernama Zal.
Bahkan, sebulan lalu, sebuah kapal bagan karam dekat Pulau Tangah, akibat badai mengamuk. Kerugian ditaksir sekitar Rp300 juta. Hanya mesin kapal saja yang bisa diselamatkan.
Ermanto mengakui hal tersebut. Menurutnya, tahun 1990-an,jumlah kapal bagan milik warga Tiku mencapai sekitar 250 unit. Namun kini tinggal hanya sekitar 25 unit. Pengusaha bagan ada yang menjual kapalnya,karena biaya sandar yang jauh, dan memakan biaya tinggi. Ada pula yang mengalami nasib nahas, kapalnya dihancurkan badai.
“Memang sejak dulu, pemilik kapal ikan di Tiku menjerit minta dibangunkan sebuah pelabuhan yang aman dari amukan badai, namun sampai detik ini belum juga terkabul. Mudah-mudahan tahun 2016, Pekab Agam berkenan menyisihkan dana bantuan infrastruktur unruk membangun pelabuhan yang didambakan para nelayan tersebut,” ujarnya pula. (MSM)