Selama Dua Tahun, 126 Nyawa Melayang di Jalan Raya Pasaman Barat

Selasa, 20/10/2015 12:58 WIB
Kanit Laka Satlantas Polres Pasaman Barat Ipda Zulfikar SH

Kanit Laka Satlantas Polres Pasaman Barat Ipda Zulfikar SH

Simpang Ampek, sumbarsatu.com-- Dibanding tahun lalu, kecelakaan lalu lintas di jalan raya  Kabupaten Pasaman Barat tahun 2015 ini,  meningkat.

"Benar tahun 2015 ini angka kecelakaan lalu lintas meningkat. Untuk itu kita imbau kepada orangtua mengontrol anaknya yang masih pelajar di bawah umur agar tidak mengendarai sepeda motor, dan mengganti dengan sepeda atau di antar ke sekolah " kata Kapolres Pasaman Barat melalui, Kasat Lantas AKP Djoni Darmawan, SH, didampingi Kanit Laka Ipda Zulfikar SH, Selasa (20/10/2015) kepada sumbarsatu.com.

Berdasarkan data Satlantas Polres Pasaman Barat,  kecelakaan lalu lintas tahun  2014, yaitu  84 kasus, meninggal dunia (MD) 61 orang,  luka berat 43 orang, luka ringan 69 orang, dengan kerugian materi  Rp. 216.150.000.

Sementara tahun 2015 per September tercatat  90 kasus Laka Lantas dengan rincian 65 orang meninggal dunia, luka berat  54 orang, luka ringan 66 orang dengan  kerugian materil Rp.153.450.000. Jumlahnya naik 1,07 persen dibanding tahun 2014 lalu. 

"Jadi selama lebih kurang dua tahun ini terjadi 174 kecelakaan di jalan raya dengan korban meninggal 126 orang, dengan kerugian Rp368.600.00," beber Zulfikar.

Menurut Zulfikar, umumnya kecelakaan lalu lintas itu didominasi oleh kalangan anak usia produktif, yakni anak usia sekolah setingkat  SMP dan SLTA.

"Jadi untuk mengantisipasinya kita sudah melaksanakan langkah-langkah hampir tiap hari  Senin personil  Satlantas menjadi pembina upacara pada SMP dan SLTA di Pasaman Barat memberikan penyuluhan, pembinaan, tentang tata cara tertib berlalu lintas di jalan raya serta melarang anak dibawah umur tidak membawa keendaraan, tapi solusinya dengan bersepeda. Dan hampir 80 persen siswa SMP itu telah bersepeda," katanya.

Saat penyuluhan, pihak Satlantas juga (meng-update) menginformasikan data Laka Lantas per bulan dihadapan siswa dimaksud, dengan tujuan agar siswa itu mengetahui resiko negatif dari berkendaraan kalau tidak tahu aturan lalu lintas atau ugal-ugalan.  Termasuk juga berkendaraan sambil memegang handphone seluler, akan beresiko sekali.

Dia juga menghimbau pengendara sepeda motor agar selalu melengkapi dengan helm standar SNI, kaca spion standar, membawa STNK, Surat Izin Pengemudi, menyalakan lampu sepeda motor pada siang hari saat berkendaraan.

Ditambahkan, diharapkan setiap pengendara agar menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas dijalan raya demi menjaga ketertiban dan kenyamaan berkendaraan di jalan raya. Disebutkan, tingginya grafik  Laka Lantas di Pasbar dari tahun ke tahun seiring dengan tinggi pertumbuuhan penduduk, jumlah kendaraan, dan faktor kelalaiman manusia itu sendiri. (NIR)

Lebaran

BACA JUGA