Besok Aktivis Satwa Unjuk Rasa: "Jokowi, Stop Beli Burung di Pasar Satwa Liar"

Selasa, 26/01/2016 11:09 WIB
Presiden Jokowi di Pasar Pramuka (foto Tempo)

Presiden Jokowi di Pasar Pramuka (foto Tempo)

Jakarta, sumbarsatu.com—Lembaga Swadaya Masyarakat LSM Scorpion Wildlife Trade Monitoring Group berencana akan menggelar unjuk rasa dengan tuntutan "Jokowi, Stop Beli Burung di Pasar Satwa Liar" di Istana Merdeka, Rabu besok.

Unjuk rasa itu dilakukan terkait dengan kebiasaan Presiden Jokowi yang membeli burung atau satwa lalu melepasliarkan di Istana Bogor atau Istana Merdeka. Jokowi membeli burung di Pasar Pramuka, Jakarta dan juga Pasar Depok, Solo.

Investigator Senior Scorpion Wildlife Trade Monitoring Group, Marison Guciano menyayangkan Presiden Jokowi membeli burung membeli burung dari pasar satwa yang hampir seluruhnya diambil tanpa izin dari alam sehingga patut diduga ilegal.

"Apabila tidak ada upaya untuk melindungi burung burung kita dari perburuan besar besaran di alam dan perdagangan illegal di pasar pasar satwa, maka kita akan cepat kehilangan mereka di alam," kata Marison Guciano, Selasa (26/1/2016).

Diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo pada Minggu (3/1/216) lalu, melepasliarkan burung yang ia beli di Pasar Pramuka, Jakarta Timur, di Istana Bogor, Jawa Barat.

Tindakan pembelian satwa dan pelepasliaran tersebut mendapat kritikan dari salah seorang Peneliti Pusat Penelitian Biologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dewi Malia Prawiradilaga.

“Pada prinsipnya pelepasliaran harus mempunyai tujuan yang jelas dan harus mengikuti prosedur. Satwa yang akan dilepasliarkan harus ada pengecekan kesehatan agar tidak menularkan penyakit kepada jenis satwa penghuni kawasan yang dilepasliarkan," tegas kata Dewi Malia Prawiradilaga mengungkapkan.

Baca: Presiden Jokowi Tak Bisa Seenaknya Melepasliarkan Satwa, Ini Alasannya

Dewi berujar, untuk melepasliarkan burung, harus diidentifikasi pula jenis burung dan lokasi tempat pelepasliaran apakah termasuk dalam wilayah sebaran jenis satwa tersebut, habitatnya mampu memenuhi pakan, pohon untuk bersarang dan aman bagi burung yang dilepasliarkan.

Presiden Joko Widodo melepaskan berbagai jenis burung dan kodok di sela waktu senggangnya di Komplek Kebun Raya Bogor, Minggu (3/1/2015). Pelepasan berbagai binatang yang dilakukan Presiden usai mengikuti Car Free Day di Kota Bogor tersebut bertujuan untuk memperkaya ekosistem fauna di Kebun Raya Bogor. (SSC)

 



BACA JUGA