ilustrasi
Padang, sumbarsatu.com—Jangan Anda tiru apa yang dilakukan sopir truk ini jika tak pintar bersandiwara di depan polisi. Itulah yang dialami Mustafa Ahmadi, 42 tahun. Malang nian nasibnya. Karena berpura-pura jadi sasaran rampok, ia malah dijebloskan ke penjara.
Ceritanya begini. Mustafa Ahmadi, yang berprofesi sopir truk melapor pada Polsek Bangkinang, Riau, bahwa kendaraan truknya dirampok sekelompok orang tak dikenal. Truk yang dikendarainya membawa CPO dari PT Incasis Raya menuju PT SAW.
Terbongkar sandiwara ini, setelah diperiksa penyidik saat ditanya tersangka berbelit-belit memberikan keterangan. Akhirnya ia mengakui sengaja membuat skenario untuk bisa melarikan truk yang dibawanya pada 24 Oktober lalu.
Kapolresta Padang Kombes Pol Wisnu Andayana melalui Kapolsek Lubuk Begalung Kompol Yuli Kurnianto mengatakan, pihaknya melakukan lidik berdasarkan laporan karyawan dari PT SAW bernama Krisna Handoko (31). Krisna melaporkan aksi penggelapan yang dilakukan Mustafa Ahmadi. Menurut Krisna, sejak truk pembawa CPO itu dibawa tersangka pada 24 Oktober , ia tak pernah melaporkan keberadaannya ke perusahaan.
“Kemudian Mustafa diperiksa dan ditangkap Senin (10/11/2014) setelah memberikan keterangan yang tidak jelas mengenai peristiwa perampokan yang dialaminya,” kata Yuli Kurnianto, Selasa (11/11/2014) di Polsek Lubeg.
Sebelum tersangka diperiksa, kata Yuli, pihaknya mendapat laporan dari Polsek Bangkinang bahwa truk CPO ini membawa minyak dari PT Incasis Raya menuju PT Sopir PT Sarana Agro Wiratama (SAW).
Dari laporan itu langsung dikonfrontir kepada Mustafa, ternyata tersangka ini mengakui perbuatannya dan telah mengatur rencana bersama rekannya, kalau minyak tersebut akan dijual ke arah Dumai.
“Mustafa Ahmadi berpura-pura dirampok sekelompok orang tak dikenal, tapi tak bisa menjelaskan. Lalu ia dijebloskan ke sel tahanan Mapolsek Lubeg,” katanya.
Sopir PT Sarana Agro Wiratama (SAW) yang tinggal di Air Haji, Kecamatan Pancung Soal, Kabupaten Pesisir Selatan, melarikan truk CPO dari PT Incasi Raya, Kecamatan Lubeg. "Tersangka sudah kita periksa intensif dan kita masih melakukan pengembangan serta penyelidikan lebih lanjut,” pungkas Yuli. (SSC-5)