Dimas Bawa Pado-pado Saluang Pauh ke Ruang Musik Digital di PKD Sumatera Barat-araso Fest 2026

Rabu, 30/09/2026 18:28 WIB
Eksplorasi tersebut hadir melalui karya “Pauh in Resonance” yang digarap Komposer Muda asal Kota Padang, Dimas Hidayatullah. Dimas tampil bersama empat rekannya dalam rangkaian Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Sumatera Barat bertajuk Saraso Fest 2026 di Taman Budaya Sumatera Barat.

Eksplorasi tersebut hadir melalui karya “Pauh in Resonance” yang digarap Komposer Muda asal Kota Padang, Dimas Hidayatullah. Dimas tampil bersama empat rekannya dalam rangkaian Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Sumatera Barat bertajuk Saraso Fest 2026 di Taman Budaya Sumatera Barat.

Padang, sumbarsatu.com — Bunyi Saluang Pauh mengalir dari panggung Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Sumatera Barat-Saraso Fest 2026, Selasa (29/9/2026) malam. Namun, bunyi yang akrab dalam tradisi musikal masyarakat Pauh, Kota Padang, itu tidak hadir dalam bentuk penyajian konvensional.

Motif Pado-pado dipertemukan dengan teknologi musik digital, menghasilkan komposisi yang bergerak dari bunyi tradisional menuju lanskap musik elektronik.

Eksplorasi tersebut hadir melalui karya “Pauh in Resonance” yang digarap Komposer Muda asal Kota Padang, Dimas Hidayatullah. Dimas tampil bersama empat rekannya dalam rangkaian Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Sumatera Barat bertajuk Saraso Fest 2026 di Taman Budaya Sumatera Barat.

Dimas mengambil repertoar Saluang Pauh Pado-pado yang bersumber dari Kecamatan Kuranji, Kota Padang, sebagai material utama komposisinya. Bunyi Saluang Pauh menjadi pijakan awal, kemudian motif Pado-pado dikembangkan secara bertahap dengan memasukkan unsur elektronik hingga membentuk warna musik yang lebih dekat dengan musik tekno dan digital.

Pilihan terhadap Pado-pado bukan tanpa alasan. Dalam struktur pertunjukan Saluang Pauh, Pado-pada dikenal sebagai bagian awal atau imbauan sebelum pertunjukan berlanjut ke bagian berikutnya.

Sejumlah kajian mengenai Saluang Pauh menyebut struktur pertunjukannya antara lain terdiri atas Pado-pado, Pakok Anam, Pakok Limo, dan Lambok Malam. Pado-pado dimainkan sebagai pembuka, sementara bagian berikutnya berkaitan dengan penyajian dendang dan kaba.

Kajian lain tentang Saluang Pauh juga mencatat bahwa kesenian tersebut secara tradisional berkaitan dengan penyajian kaba. Saluang berfungsi sebagai pengiring seni tutur yang membawa cerita mengenai kehidupan masyarakat Minangkabau.

Karena itu, keberadaan Pado-pado tidak sekadar berkaitan dengan melodi pembuka, tetapi menjadi bagian dari struktur musikal pertunjukan Saluang Pauh.

Pada “Pauh in Resonance”, Dimas tidak mengubah motif dasar Pado-pado. Ia memilih mengembangkan motif tersebut dan mempertemukannya dengan teknologi musik elektronik.

“Tidak ada yang dirubah, hanya motifnya yang dikembangkan yaitu Saluang Pauh, Pado-pado dari Kecamatan Kuranji Kota Padang saya kombinasikan dengan musik tekno,” kata Dimas.

Pengembangan tersebut terdengar sejak bagian awal pertunjukan. Karakter bunyi Saluang Pauh terlebih dahulu menjadi penanda musikal, kemudian motif Pado-pado diulang dan dikembangkan.

Lapisan suara elektronik perlahan masuk melalui pengolahan digital sehingga menciptakan ruang dengar yang berbeda dari penyajian Saluang Pauh secara tradisional.

Dalam proses penciptaannya, Dimas menggunakan pendekatan World Electronic Music. Sejumlah teknik pengolahan suara seperti sampling, looping, delay, reverb, dan filtering digunakan untuk mengolah karakter suara Saluang Pauh sekaligus membangun tekstur baru.

Dengan cara tersebut, Pado-pado tidak ditempatkan hanya sebagai repertoar yang harus dipertahankan dalam bentuk lama. Motif musikalnya dijadikan sumber eksplorasi untuk membangun komposisi baru. Saluang Pauh tetap menjadi titik berangkat, sedangkan teknologi digital menjadi medium untuk memperluas kemungkinan bunyi.

Kehadiran “Pauh in Resonance” juga sejalan dengan ruang yang disediakan Saraso Fest 2026 bagi komposer muda melalui Parade Komposer Muda atau Soundenai.

Program tersebut menjadi salah satu bagian festival yang mempertemukan kreativitas generasi muda dengan instrumen dan sumber musikal tradisi. 

Saraso Fest 2026 sendiri berlangsung di Taman Budaya Sumatera Barat pada 28 September hingga 3 Oktober. Festival tersebut menghadirkan seni tradisi dari 10 kabupaten/kota di Sumatera Barat, sekaligus membuka ruang bagi karya kontemporer dan kreativitas generasi muda. 

Bagi Dimas, proses penggarapan “Pauh in Resonance” berlangsung sekitar dua bulan. Tantangan yang dihadapinya lebih banyak berkaitan dengan pembagian waktu karena proses penciptaan berlangsung di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP).

“Saya menyusun ini dua bulanan kurang lebih. Kesulitan hanya waktu. Karena saya punya kesibukan lain,” ujarnya.

Penggunaan teknologi digital dalam karya tersebut memperlihatkan kemungkinan lain dalam memperkenalkan Saluang Pauh kepada pendengar masa kini. Tradisi tidak hanya ditempatkan sebagai materi yang direproduksi, tetapi dapat menjadi sumber penciptaan baru melalui pengembangan motif, tekstur, dan medium penyajian.

Saluang Pauh sendiri merupakan salah satu alat musik tiup tradisional Minangkabau yang berkembang di wilayah Kota Padang. Kajian musik etnik menyebut instrumen ini memiliki enam lubang nada dan memiliki karakter organologi yang berbeda dari sejumlah jenis saluang Minangkabau lainnya.

Dalam tradisi pertunjukannya, Saluang Pauh juga memiliki struktur penyajian yang khas. Pado-pado menjadi bagian pembuka atau imbauan, sebelum pertunjukan bergerak ke bagian musikal berikutnya. Pada sejumlah penelitian, Pado-Pado disebut dimainkan tanpa iringan vokal dan berfungsi sebagai penanda dimulainya pertunjukan.

Melalui “Pauh in Resonance”, material musikal yang berakar dari tradisi Pauh tersebut kemudian mendapatkan konteks penyajian baru. Bunyi Saluang Pauh tetap terdengar sebagai identitas utama, tetapi motifnya bergerak melalui pengulangan, pemrosesan elektronik, dan lapisan bunyi digital.

Pado-pado pun hadir bukan sekadar sebagai bunyi pembuka pertunjukan Saluang Pauh, melainkan sebagai material komposisi yang dapat dibaca dan dikembangkan kembali oleh komposer muda dalam konteks musik masa kini. ssc/mn



BACA JUGA