Jum'at, 10/07/2026 09:49 WIB

Sekda Doddy: Kebudayaan dan Adat di Pasaman Barat Adalah Perekat, Bukan Pemisah

Simpang Empat, sumbarsatu.com — Sekretaris Daerah Pasaman Barat Doddy San Ismail menegaskan keberagaman budaya dan adat di Kabupaten Pasaman Barat merupakan kekuatan pemersatu, bukan pemisah. 
 
Penegasan itu disampaikan Doddy saat mewakili Bupati Pasaman Barat dalam kegiatan Tolak Bala atau Doa Bersama masyarakat Kejorongan Padang Laweh, Kecamatan Luhak Nan Duo, Kamis (9/7/2026) malam.
 
"Pasaman Barat kaya akan keberagaman budaya. Kehidupan masyarakat Jawa, Minangkabau, dan Mandailing yang tumbuh berdampingan secara harmonis menjadi modal penting dalam menjaga persatuan daerah. Kebudayaan dan adat adalah perekat, bukan pemisah," tegas Doddy.
 
Doddy mengapresiasi masyarakat yang terus melestarikan tradisi Tolak Bala sebagai wujud rasa syukur sekaligus ikhtiar memohon keselamatan dan keberkahan bagi daerah. 
 
"Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi simbol kebersamaan yang memperkuat persatuan. Ke depan, kami berharap kegiatan ini bersinergi dengan pemerintah daerah dan masuk kalender budaya tahunan Kabupaten Pasaman Barat," ujarnya.
 
Terkait aspirasi niniak mamak dan Datuk Sutan Rayo Mudo agar kegiatan tersebut mendapat dukungan anggaran pemerintah daerah, Doddy menyatakan akan menjadi perhatian. 
 
"Beliau berharap kegiatan seperti ini dapat dianggarkan pada tahun mendatang. Mohon doa bersama agar tradisi yang sarat nilai budaya dan keagamaan ini terus terpelihara," kata Doddy.
 
Ia mengajak masyarakat menjadikan momentum doa bersama sebagai sarana mempererat silaturahmi, menjaga kerukunan, serta memperkuat gotong royong dalam mendukung pembangunan daerah.
 
"Mari kita memohon kepada Allah SWT agar Kejorongan Padang Laweh khususnya dan Kabupaten Pasaman Barat pada umumnya dijauhkan dari marabahaya, diberkahi hasil buminya, serta diberikan kesejahteraan," ucapnya.
 
Di akhir sambutan, Doddy mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga keamanan, merawat toleransi, serta mendukung program pembangunan Pemkab Pasaman Barat. 
 
"Maju terus Paguyuban dan masyarakat Padang Laweh. Lestarikan budaya, perkuat persaudaraan," tutupnya.
 
Sementara itu, Wali Nagari Padang Laweh Kapa Nofrizon mengatakan Tolak Bala merupakan tradisi tahunan yang dipertahankan sebagai bentuk doa bersama agar kampung halaman senantiasa dilindungi dan diberkahi.
 
"Melalui kegiatan ini kami berharap masyarakat Padang Laweh terhindar dari marabahaya serta semakin bersyukur atas limpahan rahmat dan rezeki dari Allah SWT," ujar Nofrizon. (Ssc/nir)

BACA JUGA