Kamis, 21/05/2026 22:18 WIB

Alumni Minang di Perantauan Gelar FGD Percepat Pemulihan Pascabencana di Sumbar

Jakarta, sumbarsatu.com — Sejumlah organisasi dan komunitas perantau Minang menggelar Focus Group Discussion (FGD) pada Kamis (21/5/2026) di Gedung PKSPL IPB, Baranangsiang, Bogor. Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi dalam percepatan pemulihan masyarakat Sumatera Barat yang terdampak banjir bandang pada November 2025 lalu.

FGD tersebut difasilitasi oleh Perkumpulan Alumni Pelajar Mahasiswa Minang (PAPMM) dan mengusung tema Aksi Kolaborasi Para Pihak dalam Mendukung Upaya Pemulihan Pascabencana Provinsi Sumatera Barat.

Ketua PAPMM, Prof. Dr. Yonvitner, S.Pi., M.Si., mengatakan forum tersebut menghadirkan berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap isu penanggulangan bencana di Sumatera Barat.

“Organisasi dan komunitas perantau Minang yang kami undang hari ini akan merumuskan agenda pemulihan pascabencana serta memperkuat sinergi dalam menyikapi dampak banjir bandang yang menimpa masyarakat Sumatera Barat,” ujarnya.

Dalam forum itu hadir pula Direktur Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian RI, Dr. Liferdi Lukman, S.Pi., M.Si. Ia menegaskan kontribusi berbagai pihak memiliki arti penting dalam membantu masyarakat terdampak bencana.

“Kami yakin kepedulian masyarakat, baik yang berasal dari Minang maupun non-Minang, sangat berarti bagi masyarakat Sumatera Barat. Berbagai bantuan telah didistribusikan untuk masyarakat terdampak bencana,” katanya.

Menurutnya, pemerintah melalui kementerian terkait telah menyalurkan bantuan hampir Rp35 miliar untuk penanganan dampak bencana.

“Saat ini pemerintah telah menyalurkan bantuan hampir Rp35 miliar. Ke depan, bantuan akan terus diberikan, khususnya bagi masyarakat yang terdampak ringan dan sedang, sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat terdampak bencana,” tambahnya.

Forum tersebut menegaskan bahwa bantuan kemanusiaan tidak hanya berfokus pada masa tanggap darurat, tetapi juga mencakup pemulihan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, serta masa depan generasi muda di daerah terdampak.

Jaringan alumni Minang yang tersebar di berbagai daerah juga menyatakan kesiapan mendukung upaya pemulihan, baik secara moral, material, maupun psikologis. Sinergi itu melibatkan berbagai organisasi, termasuk Ikatan Keluarga Minang dan Perkumpulan Alumni Pelajar Mahasiswa Minang.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam menyusun program dan aksi nyata yang berkelanjutan guna membantu masyarakat terdampak bencana di Sumatera Barat. Acara kemudian dilanjutkan dengan arahan dari perwakilan organisasi dan pengurus terkait agar program berjalan efektif dan tepat sasaran.ssc/rel

BACA JUGA