Ramadan Jadi Momentum, Unand dan Alumni Media Satukan Gagasan untuk Kampus Berdampak

Sabtu, 21/02/2026 07:14 WIB
Foto Hary Efendi Iskandar, Kepala Kantor Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik Unand

Foto Hary Efendi Iskandar, Kepala Kantor Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik Unand

Padang, sumbarsatu.com — Momentum bulan suci Ramadan dimanfaatkan Universitas Andalas (Unand) untuk mempererat hubungan dengan alumni yang berkiprah di dunia media massa melalui kegiatan berbuka puasa bersama yang digelar Jumat (20/2/2026) di Pangeran Beach Hotel Padang.

Pertemuan yang baru pertama kali dilaksanakan satu dekade terakhir berjalan penuh kekeluargaan yang sarat ide dan gagasan yang dihadiri puluhan pimpinan media, baik cetak dan daring, di Padang.

“Pertemuan itu tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang komunikasi terbuka antara pimpinan kampus dan insan pers guna memperkuat kemitraan strategis dalam penyebaran informasi pendidikan kepada masyarakat,” kata Efa Yonnedi, Rektor Universitas Andalas, saat mengawali pertemuan yang disebutnya sebagai momentum silatuhami bermutu.

Ia menambahkan, potensi alumni sangat besar dan merupakan aset penting bagi kampus, bukan hanya dalam konteks jejaring profesional, tetapi juga sebagai jembatan komunikasi antara dunia akademik dan publik.

Menurutnya, alumni yang berkiprah di berbagai sektor, khususnya media massa, memiliki posisi strategis dalam membangun pemahaman masyarakat terhadap dinamika pendidikan tinggi, capaian riset, serta kontribusi perguruan tinggi bagi pembangunan daerah dan nasional.

“Hubungan kampus dan alumni tidak cukup dijaga melalui kegiatan seremonial semata. Dibutuhkan ruang dialog yang memungkinkan pertukaran gagasan secara setara, termasuk kritik konstruktif yang dapat menjadi bahan refleksi bagi pengembangan institusi,” papar lelaki kelahiran 1972 yang menyelesaikan doktoralnya di University of Manchester Inggris ini.

Dalam konteks itu, tambah sosok yang dilantik sebagai Rektor Unand pada 20 November 2023, kehadiran alumni media dinilai mampu memperkaya perspektif kampus, terutama terkait strategi komunikasi publik, penguatan reputasi akademik, serta penyampaian informasi riset secara lebih efektif.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa perguruan tinggi di era keterbukaan informasi menghadapi tantangan untuk tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga memastikan pengetahuan tersebut sampai kepada masyarakat luas. Media, katanya, menjadi mitra strategis dalam menerjemahkan capaian akademik menjadi narasi yang mudah dipahami publik tanpa mengurangi kedalaman substansinya.

Rektor juga menyoroti pentingnya membangun ekosistem komunikasi yang berkelanjutan antara kampus dan alumni. Menurutnya, alumni bukan sekadar bagian dari sejarah institusi, tetapi juga aktor aktif yang dapat berkontribusi pada masa depan kampus melalui jejaring, kolaborasi program, hingga dukungan terhadap penguatan reputasi akademik.

“Alumni adalah representasi kampus di ruang publik. Apa yang mereka lakukan, termasuk dalam dunia jurnalistik, secara tidak langsung turut membentuk citra perguruan tinggi. Karena itu, komunikasi yang intens dan saling percaya menjadi fondasi penting dalam membangun hubungan yang produktif,” ujar ekonom ini.

Ia berharap, pertemuan tersebut dapat menjadi awal dari forum komunikasi rutin yang tidak hanya membahas publikasi kegiatan kampus, tetapi juga membuka peluang kolaborasi dalam bentuk diskusi tematik, pelatihan, hingga pengembangan program literasi publik berbasis riset.

“Dengan demikian, relasi antara kampus dan media tidak berhenti pada fungsi pemberitaan, tetapi berkembang menjadi kemitraan strategis yang berorientasi pada dampak sosial,” terang Efa Yonnedi, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unand periode 2020-2023.

Sementara Aidinil Zetra, Sekretaris Universitas Andalas, mengatakan, kekuatan perguruan tinggi terletak pada kemampuan membangun jejaring kolaboratif. Alumni, media, dan masyarakat merupakan bagian dari ekosistem yang saling terhubung dalam mendukung peran kampus sebagai pusat produksi pengetahuan sekaligus agen perubahan sosial.

“Pertemuan dan sekaligus silaturahmi  ini merupakan langkah kecil namun penting untuk memperkuat simpul-simpul kolaborasi itu secara berkelanjutan,” katanya.

Hary Efendi Iskandar, Kepala Kantor Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik Unand,  menjelaskan, undangan kepada para pemimpin redaksi dan penanggung jawab media dilakukan secara khusus agar terbangun dialog langsung dengan pimpinan universitas.

“Media memiliki posisi strategis sebagai jembatan informasi antara kampus dan masyarakat. Karena itu, forum komunikasi seperti ini menjadi penting untuk menjaga kesinambungan relasi yang selama ini telah terbangun. Untuk internal, kita akan komunikasikan dengan semua level sivitas akademika di lingkungan Unand terkait dengan tata kelola kehumasan dan juga penguatan ekosistemnya,” terang Hary Efendi Iskandar yang akrab disapa Ajo ini.

Dalam diskusi, sejumlah alumni menyampaikan apresiasi atas inisiatif kampus membuka ruang dialog yang egaliter. Zul Effendi, dari Haluan Grup, menilai pertemuan semacam ini sangat penting sebagai wahana komunikasi dua arah antara media dan perguruan tinggi, terutama dalam menghadapi dinamika informasi yang kian cepat dan kompleks. “Menyakapi ini, tentu Unand harus lebih respons lagi terhadap keterbukaan itu.”

Sementara itu, Hendra Makmur (langgam.id)  menyinggung amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers yang menempatkan media sebagai pilar demokrasi, sehingga kolaborasi dengan perguruan tinggi dinilai strategis dalam menjaga kualitas informasi publik.

Emil Mahmudsyah (kalibrasinews.com) dalam kesempatan itu mengingatkan bahwa tahun 2026 menjadi momentum penting bagi Unand yang memasuki usia ke-70 sejak berdiri pada 1956 di masa Wakil Presiden RI Mohammad Hatta. Menurutnya, tonggak sejarah tersebut perlu diiringi dengan refleksi sekaligus penguatan narasi besar tentang peran Unand dalam pembangunan ilmu pengetahuan, pengabdian masyarakat, serta kontribusi sosial di Sumatera Barat dan Indonesia.

Di luar aspek komunikasi, Unand memang memiliki peran signifikan dalam mencetak sumber daya manusia. Setiap tahun, universitas ini meluluskan ribuan sarjana, magister, dan doktor dari berbagai disiplin ilmu.

Berdasarkan rata-rata beberapa tahun terakhir, jumlah lulusan Unand berkisar antara 7.000 hingga 9.000 orang per tahun dari program diploma, sarjana, profesi, magister, hingga doktoral.

Angka tersebut menempatkan Unand sebagai salah satu kontributor utama tenaga terdidik di wilayah Sumatera bagian tengah, sekaligus memperkuat posisi kampus sebagai pusat pengembangan SDM unggul.

“Unand tentu harus menyasar soal jaminan mutu lulusannya. Kita tentu tidak ingin Unand dikatakan setiap tahun memproduksi pengangguran. Kita ingin lulusan Unand itu bermantagi dan kepala tegak berkompetisi dengan perguruan tinggi lainnya,” kata Sukri Umar dari Harian Rakyat Sumbar.

Kontribusi akademik Unand juga tercermin dari meningkatnya produktivitas riset dan publikasi ilmiah. Berbagai penelitian dosen dan mahasiswa telah menghasilkan inovasi di bidang kesehatan, pertanian, energi, sosial-humaniora, hingga teknologi pangan.

Sejumlah riset bahkan berdampak langsung pada masyarakat, seperti pengembangan varietas pertanian lokal, inovasi pengolahan pangan berbasis sumber daya daerah, serta program pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik.

Dalam bidang kesehatan, misalnya, fakultas kedokteran dan rumah sakit pendidikan Unand berperan penting dalam pelayanan kesehatan regional sekaligus pengembangan riset medis. Di sektor pertanian, Unand turut mendorong inovasi pengolahan komoditas unggulan Sumatera Barat seperti kakao, kopi, dan gambir.

Sementara pada ranah sosial dan budaya berbagai penelitian kebijakan publik dan pembangunan daerah menjadi referensi bagi pemerintah daerah dalam merumuskan program pembangunan.

“Saya kira media akan sangat senang jika para pakar dan guru besar di Unand memberi tanggapa akademiknya terhadap kondisi Sumatera Barat yang pertumbuhan ekominya memprihatinkan di angka 3,4 persen. Tetapi respons yang beginian, juga termasuk soal lainnya, jarang terjadi kendati media telah berupaya menghubungi para pakar itu, namun sulitnya minta ampun,” tutur Hidayat dari binnews.com.

Para alumni pemimpin redaksi dalam forum tersebut juga menekankan pentingnya narasi strategis untuk membangun reputasi Unand sebagai kampus riset dan pusat pemikiran di Sumatera Barat. Mereka menilai output komunikasi kampus harus terukur, konsisten, dan mampu menghadirkan cerita besar tentang kontribusi akademik Unand bagi masyarakat.

“Output-nya harus jelas. Misalnya peningkatan eksposur positif Unand, publikasi riset unggulan secara konsisten, serta hadirnya narasi besar tentang Unand sebagai kampus riset dan pusat pemikiran di Sumatera Barat. Jika itu berjalan, kepercayaan publik akan tumbuh dengan sendirinya,” ujar Revdi Iwan Syahputra, dari Harian Rakyat Sumbar.

Diskusi yang dipandu Aidinil Zetra berlangsung dinamis hingga menjelang waktu berbuka. Berbagai pandangan yang muncul menjadi catatan penting bagi universitas dalam menyusun strategi komunikasi ke depan, termasuk pemanfaatan media digital, penguatan storytelling riset, serta kolaborasi konten edukatif antara kampus dan media.

Ke depan, Unand berharap kolaborasi dengan alumni yang berkiprah di dunia media terus berkembang dalam bentuk program konkret, seperti publikasi riset tematik, pelatihan literasi media bagi mahasiswa, serta forum diskusi rutin yang membahas isu-isu strategis pembangunan daerah.

Dengan dukungan jejaring alumni media yang kuat, universitas optimistis mampu memperluas jangkauan komunikasi sekaligus memperkuat posisinya sebagai pusat pengetahuan dan inovasi di Sumatera Barat.

Dalam konteks pembangunan daerah, kontribusi Unand tidak hanya tercermin dari jumlah lulusan dan riset, tetapi juga dari peran aktif kampus dalam advokasi kebijakan, pendampingan masyarakat, serta pengembangan ekosistem inovasi lokal.

Berbagai kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan dosen dan mahasiswa telah membantu peningkatan kapasitas UMKM, penguatan ekonomi nagari, hingga edukasi kesehatan masyarakat di wilayah terpencil.

Silaturahmi dihadiri juga jajaran pimpinan Unand, selain Rektor, tampak Wakil Rektor II Hefrizal Handra, Wakil Rektor III Kurnia Warman, dan Wakil Rektor IV  Henmaid.

Sejumlah alumni yang datang dari beragam platform media cetak, daring, televisi hingga kantor berita, antara lain Isa Kurniawan dari ForumSumbar, Montosori  (Padangkita), Al Imran (ValoraNews), Nasrul Azwar (Sumbarsatu), Nashrian Bahzein (Padang TV), Rahmatul Akbar (InfoSumbar), dan Tanri Eka Putra (Padang Ekspres). Aidil Ichlas (Interest), Nofal Wiska (ProKabar), Effendi dari Harian Singgalang, Yuafriza (Mentawaikita), Almudazir (MimbarSumbar),  Ikhwan (Kabarsumbar), Miko Elfisha (LKBN Antara), Swari Arfan (Suararantau), Rudi Antono (Scientia), Sisca Oktri Santi (Sumbarfokus), dan AR Rizal (Fajarsumbar).ssc/mn



BACA JUGA