Rabu, 07/01/2026 20:29 WIB

Hari Jadi Pasaman Barat Ke-22, Bupati Yulianto Sampaikan Komitmennya

 
Simpang Empat, sumbarsatu.com– Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat menegaskan komitmennya dalam mewujudkan pembangunan daerah yang maju dan sejahtera seiring peringatan 22 tahun berdirinya Kabupaten Pasaman Barat. 
 
Hal itu disampaikan Bupati Yulianto dalam peringatan hari jadi Kabupaten Pasaman Barat ke-22, di Aula DPRD Rabu Januari 2025.
 
Selama lebih dari dua dekade, Pasaman Barat terus menunjukkan perkembangan yang sejajar dengan kabupaten dan kota lain di Provinsi Sumatera Barat.
 
Kabupaten Pasaman Barat memiliki luas wilayah 3.887,77 kilometer persegi dengan garis pantai sepanjang 152 kilometer. 
 
Wilayah ini dilintasi garis khatulistiwa, memiliki Gunung Talamau setinggi 2.912 meter di atas permukaan laut, 147 aliran sungai, serta terdiri atas 90 nagari yang tersebar di 11 kecamatan.
 
Bupati Pasaman Barat Yulianto mengatakan bahwa capaian pembangunan yang diraih saat ini merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan daerah.
 
“Usia 22 tahun merupakan fase penting bagi Kabupaten Pasaman Barat untuk terus memperkuat fondasi pembangunan. Pemerintah daerah berkomitmen memastikan pembangunan berjalan secara inklusif, berkelanjutan, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat,” kata Yulianto.
 
Ia menyebutkan, salah satu indikator keberhasilan pembangunan daerah dapat dilihat dari peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). IPM Pasaman Barat tercatat meningkat secara konsisten dari 70,57 pada 2021 menjadi 73,69 pada 2025.
 
“Peningkatan IPM ini menunjukkan bahwa pembangunan di sektor pendidikan, kesehatan, dan peningkatan taraf hidup masyarakat berjalan beriringan. Ini menjadi bukti bahwa arah kebijakan pembangunan yang kita lakukan sudah berada di jalur yang tepat,” ujarnya.
 
Di sektor pendidikan, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat memprioritaskan peningkatan kualitas layanan pendidikan anak usia dini dan pendidikan dasar. Hal tersebut tercermin dari Rata-rata Lama Sekolah yang meningkat dari 8,27 tahun pada 2021 menjadi 9,28 tahun pada 2025, menandakan semakin luasnya akses masyarakat terhadap pendidikan formal.
 
Sementara itu, di bidang kesehatan, Angka Harapan Hidup juga menunjukkan tren positif dari 71,83 tahun pada 2021 menjadi 73,17 tahun pada 2025. Peningkatan ini didorong oleh perbaikan akses fasilitas kesehatan, penyediaan jaminan kesehatan masyarakat, serta meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pola hidup sehat.
 
Bupati Yulianto menegaskan bahwa penanggulangan kemiskinan menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah. Pada 2025, persentase penduduk miskin berhasil diturunkan dari 7 persen pada tahun sebelumnya menjadi 6,30 persen.
 
“Kami terus mendorong berbagai program perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi, dan penguatan sektor produktif. Salah satunya melalui program kolaboratif Tumpas Kemiskinan dengan inovasi Berondol Sawit yang juga terintegrasi dengan upaya penurunan stunting,” katanya.
 
Dari sisi perekonomian, Pasaman Barat menunjukkan pemulihan yang stabil pascapandemi. Setelah mengalami kontraksi ekonomi sebesar minus 1,34 persen pada 2020, pertumbuhan ekonomi daerah terus meningkat hingga mencapai 4,08 persen pada 2024. Kondisi tersebut turut berdampak pada penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka dari 6,34 persen pada 2024 menjadi 5,95 persen pada 2025.
 
Untuk menerjemahkan visi pembangunan ke dalam aksi nyata, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat menjalankan sejumlah program unggulan, di antaranya Program Jalan untuk Rakyat melalui optimalisasi Dana Bagi Hasil Sawit lebih dari Rp4,4 miliar guna memperkuat konektivitas wilayah, program ketahanan pangan lokal, penguatan kapasitas UMKM dan koperasi, program Dokter Goes To Nagari, serta Pasaman Barat Taat Pajak.
 
“Melalui berbagai program strategis ini, kami ingin memastikan bahwa pembangunan tidak hanya terpusat, tetapi menjangkau hingga ke nagari-nagari, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujar Yulianto.
 
Berbagai upaya tersebut turut mengantarkan Kabupaten Pasaman Barat meraih sejumlah penghargaan di tingkat nasional dan provinsi, di antaranya Penghargaan Nindya Kabupaten Layak Anak dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, peringkat tiga Indeks Inovasi Daerah Provinsi Sumatera Barat, serta penghargaan dari Kementerian Kesehatan.
 
Dengan semangat Tuah Basamo, Bupati Yulianto menegaskan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat akan terus melangkah maju, memperkuat tata kelola pemerintahan, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik demi terwujudnya Pasaman Barat yang maju dan sejahtera. (ssc/nir)
 

BACA JUGA